Portal Media Online

News

Peristiwa

Showbiz

LOKASI IKLAN

Foto

Video

21 September, 2022

Rumah Warga Semabu Nyaris Hangus Dilalap Si Jago Merah

 

Satu unit rumah warga Semabu nyaris hangus dilalap api

TEBO- Satu unit rumah milik Ba'i warga Dusun II RT 03 Desa Semabu Seberang, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo nyaris hangus terbakar dilalap si jago merah. Insiden kebakaran itu terjadi pada Selasa (20/9/2022) sekira pukul 9.20 WIB pagi.

Melihat ada kebakaran itu warga sekitar dengan sigap langsung memadamkan api menggunakan semprot mesin air. Hingga api tersebut berhasil dipadamkan. 

Peristiwa itu dibenarkan oleh Kasi Pemadam Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tebo Bedi.

"Iyo benar satu unit rumah panggung papan di Desa Semabu Seberang terbakar," kata Kasi Pemadam Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tebo.

Dikatakan Bedi, untuk personel Damkar belum sempat datang ke lokasi api sudah dipadamkan oleh warga setempat.

"Lokasi nyo di seberang akses ke sano dak ado, untung warga sekitar sigap, melihat ado api warga langsung memadamkan api itu, api nyo belum terlalu besar nian" ujar Bedi.

Lanjut Bedi, jika api nya besar direncanakan pakai mesin apung menyemprot dari sungai batanghari.

"Api itu sudah dipadamkan warga," tambah Bedi 

Beruntung dalam insiden ini tidak ada korban jiwa pada peristiwa kebakaran itu, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan Juta Rupiah.

"pada peristiwa kebakaran itu korban mengalami kerugian Rp 30 juta, sedangkan untuk penyebab kebakaran  diduga dari aliran korsleting listrik,"ujar Bedi.

Penulis : Sobirin
Editor : Ade Sukma

DPRD Tebo Gelar Paripurna Ranperda APBD Perubahan Tahun 2022

 

Penandatanganan nota pengantar Ranperda APBD P Tahun 2022

TEBO- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tebo Provinsi Jambi menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian nota pengantar rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Perubahan 2022.

Paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Tebo, Mazlan, S.Kom, ME di dampingi Wakil ketua (Waka) DPRD I Aivandri, AB, Waka II DPRD Tebo, Syamsu Rizal, SE, M.Si dan Sekretaris dewan (Sekwan) Arif Haryoko, SH di hadiri seluruh anggota dewan, Selasa (20/9/2022).

Selain itu Rapurna DPRD dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tebo, Drs. Teguh Arhadi, MM, para staf ahli Bupati, Asisten, Kabag Setda Tebo, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo, Kepala Forkopimda, instansi vertikal dan undangan lainnya.

Ketua DPRD Tebo, Mazlan mengatakan, penyampaian nota pengantar APBD Perubahan tahun 2022 akhirnya terlaksana. Kegiatan ini diharapkan nantinya bisa langsung pada tahap pembahasan, oleh tim TAPD dan banggar. 

" Soal pembahasan nanti bagaimana tim, ini bagaimana kita mensiasati anggaran. Dan ada beberapa anggaran yang kegiatannya tak terpakai atau silfa bisa kita geser," sebut Mazlan.

Sementara itu Sekda Tebo, Teguh Arhadi menyampaikan tanggapannya kepada pimpinan dan anggota dewan yang telah bersedia untuk membahas APBD-P 2022.

" Usai Sekda Tebo menyampaikan sambutannya, dilakukan penyerahan nota pengantar APBD-P 2022 yang di terima dan akan di bahas oleh DPR, rapat Paripurna diskor dan akan dilanjutkan pada Senin (26/9/2022). 

Penulis : Sobirin
Editor : Ade Sukma

20 September, 2022

Perkosa Muridnya, Oknum Guru Ngaji di Tebo Ditangkap Polisi

 

Oknum guru ngaji di Tebo diamankan polisi

TEBO - Miris melihat kelakukan oknum guru ngaji asal Kabupaten Tebo. Pasalnya, oknum guru ngaji berinisial SI (49) tega perkosa bocah berusia 10 tahun di semak-semak. Hal ini dibeberkan Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Rezka Anugras, kepada awak media, Selasa (20/9/2022).

Diceritakannya, pelaku yang merupakan warga Kecamatan VII Koto, menjemput korban bernama samaran Bunga, di rumahnya, pada hari Minggu (18/9/2022) sekitar 08.00 WIB. Pelaku mendatangi korban lantaran orang tua korban tidak ada di rumah.  

"Saat itu, pelaku meminta korban untuk datang ke rumahnya. Kemudian, pada waktu siang hari korban kembali bertemu pelaku di jalan dan meminta korban mengikutinya menggunakan sepeda motor. Korban pun diajak pelaku ke dalam semak-semak yang berada di dalam kebun warga," ungkap AKP Rezka Anugras. 

Sambungnya menjelaskan, pada saat itulah pelaku melakukan aksi bejadnya dan melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Setelah berhasil menggauli korban, pelaku langsung menyuruh korban pulang dan pelaku langsung kabur. "Jadi, terungkapnya kasus asusila ini berawal dari laporan korban ke orang tuanya, mendapat kabar tersebut orang tua korban langsung mendatangi rumah pelaku, dan tidak menemukan pelaku di rumahnya," ujarnya

Kesal karena pelaku kabur, ia beberkan, orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek VII Koto. Atas laporan itu, ia katakan, polisi bergerak cepat dan langsung menangkap diduga pelaku yang sudah kabur dan bersembunyi di dalam kebun warga sekitar. 

Lanjutnya menuturkan, adapun barang bukti yang diamankan berupa satu helai baju kaos warna abu- abu, satu buah celana panjang warna merah, satu helai baju kaos panjang warna putih dengan motif buah warna biru, satu buah celana panjang warna putih dengan motif buah warna biru. "Benar ada laporan warga terkait tindak asusila terhadap anak dibawah umur, pelaku dan barang bukti sudah kita amankan di Polres Tebo. Pelaku juga merupakan seorang guru ngaji di Kecamatan VII Koto," kata Kasat Reskrim. 

"saat ini pelaku masih dilakukan pemeriksaan di Unit PPA Polres Tebo. Atas perbuatannya, pelaku terancam pasal 81 ayat (1) ,ayat  (2) ,ayat (3) Jo pasal 76D dan atau 82 ayat (1), ayat (2) Jo pasal 76E undang- undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak dengan hukuman 15 tahun penjara," pungkasnya.

Redaksi


19 September, 2022

Entah Siapa yang Ditiru, Dua Santri di Tebo Ini Nekat Rekayasa Penculikan, Karena Takut Dihukum

 

Dua santri di Tebo nekat bikin rekayasa penculikan hanya gara-gara takut dihukum

TEBO - Warga Kabupaten Tebo sudah dibuat heboh. Pasalnya dua santri di Tebo ini Nekat merekayasa penculikan. Ini  gara-garanya kedua santri takut dimarahi orang tua, dimana seorang Santri nekat prank ke pihak polisi seolah-olah keduanya  diculik.

Santri dari Pondok Pesantren berinisial RN buat heboh se-Kabupaten Tebo. Pasalnya, RN mengaku diculik ke orang tuanya dan ternyata pengakuan itu hanya sebuah prank yang dilakukan RN, agar tidak dimarahi orang tuanya.  Kejadian itu pun terkuak setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan motif RN mengeprank orang tuanya.

Tak hanya orang tuanya saja dibohongi, publik juga ikut dibohongi. Atas ulahnya itu, RN meminta maaf atas prilakunya yang membuat warga dan aparat TNI-Polisi repot. "Semua apa yang saya ceritakan salah pak, mohon maaf, saya takut dimarahi orang tua karena pengen keluar dari pondok pak," ujar RN kepada anggota Polsek sambil menangis. 

Orang tua RN yang sudah tiba di Polsek, juga meminta maaf ke publik atas perilaku anaknya itu. Dirinya juga kesal atas ulah cerita anak kandungnya, sehingga merepotkan banyak pihak dan masyarakat Tebo.  "Maaf, atas apa yang dilakukan oleh anak saya. Atas ulah dari anak saya semua jadi repot, saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak polisi ,TNI dan masyarakat yang tanggap atas persolan ini," ungkap ayah RN yang didampingi istri di Polsek Tebo Tengah.

Sementara perwakilan pondok pesantren, bernama Alam Saputra juga membenarkan bahwa seorang santri yang ngarang cerita merupakan santrinya. Pihak ponpes juga menyampaikan bahwa santrinya itu kabur saat kegiatan non formal ketika santri tengah menunaikan sholat dhuha. " Ucapan terima kasih dan permohonan maaf juga kami sampaikan kepada Polisi dan TNI.  Mohon maaf juga sudah direpotkan atas cerita yang dikarang santri kami," ujarnya. 

Sementara Kapolsek Tebo Tengah Iptu Dedi Tanto Manurung mengakui atas laporan tersebut pihaknya langsung bergerak cepat dan berkoordinasi keberbagai pihak, semua bentuk  langkah awal yang dilakukan polisi saat menerima dan menindaklanjuti laporan dari masyarakat. "Apa lagi kasus penculikan, tentu kita langsung bergerak. Tapi, bersyukur dan menjadi pelajaran buat kita semua, khusus para orang tua," ujarnya. 

Atas insiden ini, kedepan Kapolsek juga menyampaikan kepada masyarakat agar tidak mengambil langkah salah dan meminta langsung berkoordinasi dengan pihak polisi dan tidak langsung memviralkan ke medsos apalagi melakukan penghakiman sendiri.

Redaksi

Terakhir 30 September, BKPSDM Minta OPD Segera Serahkan Data Non ASN

 

Ilustrasi

TEBO - Badan Kepegawaian Pemberdayaan SDM Tebo saat ini masih melakukan pendataan tenaga non ASN lingkup Pemkab Tebo. Pasalnya terakhir prafinalisasi untuk pendataan non ASN batas waktunya pada 30 September 2022 mendatang. Demikian yang disampaikan Rumansyah, Kabid Kepegawaian BKPSDM Tebo saat dihubungi media ini, Senin (19/9).

Ruman bilang saat ini pihaknya masih melakukan pendataan tenaga non ASN, untuk nantinya di input ke aplikasi BKN. Proses input tersebut dilakukan apabila data non ASN telah masuk seluruhnya.

" Banyak yang belum masuk ke kita, jadi kita belum bisa memastikan sudah ada berapa data non ASN yang masuk. Karena masih menunggu data dari dinas terkait," terang Ruman meyakini.

Dirinya meminta kepada OPD terkait untuk segara memasukan data tenaga non ASN ke BKPSDM Tebo. Hal ini untuk memastikan berapa besar kendala atau kesalahan dalam melakukan pendataan. Pasalnya lanjut Ruman, tenaga non ASN di Pemkab Tebo yang paling banyak adalah tenaga Nakes dan guru.

" Makanya nanti ada tahap atau proses selanjutnya yakni uji publik sebelum finalisasi disitu kita kasih waktu dan kesempatan bagi non ASN yang akan melakukan perubahan atau perbaikan data," sebutnya.

Sementara itu Lili salah satu tenaga Nakes non ASN Pemkab Tebo, dirinya menuturkan, telah mengirim data non ASN pada 16 September 2022 lalu. Ini dilakukan dia, pada saat mengisi link form data non ASN dan diminta terakhir untuk mengirimkan pada 16 September. 

" Data Sayo lah Sayo kirim kemarin bang ( 16/9) disitu kita dikasih link untuk mengisi data nakes," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Niko salah satu tenaga guru yang ada di Tebo, kata Niko dirinya sekarang tengah melakukan pendataan. Batas waktu pendataan kata dia pada 30 September mendatang. Diharapkan sejak prafinalisasi hingga finalisasi mendatang data non ASN tidak menemukan kendala apapun. " Ini Sayo lagi pendataan, mudah-mudahan tidak ado kendala," sebutnya.

Hingga berita ini diturunkan Niko, merespon baik dengan langkah pemerintah pusat melakukan program pendataan tenaga non ASN. Hal inii bertujuan untuk dilakukan pemerataan baik ASN maupun yang non ASN.

Redaksi

15 September, 2022

47 Hektar Sawah di Desa Jati Belarik Tahun Ini Bakal Panen

 

Panen raya padi sawah di Desa Jati Belarik Kec Sumay, Kamis (15/9)

TEBO- Desa Jati Belarik, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Gelar Panen Raya Padi Sawah. Sebanyak 47 Hektar padi sawah tahun ini bakal di panen. Pemdes Jati Belarik pada kesempatan ini turut mengundang pejabat LPemkab Tebo dan Pimpinan Forkopimda Tebo.

Kapala Desa Jati Belarik Azwar SP mengatakan sangat berterimakasih pejabat Pemkab Tebo bisa turut hadir dalam panen raya di desanya.

"Saya mewakili masyarakat Desa Jati Belarik sangat senang desa kami tahun ini bisa melakukan panen raya padi sawah," ucapnya Kamis (15/9).

Dijelaskanya bahwa ada sebanyak 47 Hektare sawah yang akan dilakukan Penen tahun ini.

Dirinya optimis sebanyak 47 Hektar Sawah yang ditanam tahun ini seluruhnya bakal bisa dipanen. Hal ini sesuai dilakukan sesuai dengan instruksi presiden, untuk menjadikan daerah swasembada pangan. Ini dimaksudkan untuk penguatan ketahanan pangan yang ada di desanya.

" Saya bersama masyarakat desa Jati Belarik bersama-sama mendorong warganya untuk menciptakan daerah swasembada pangan sebagai penguatan ketahanan pangan," ajaknya.

Sementara itu PJ Bupati Tebo Aspan ST sangat mendorong Pemerintah Desa Jati Belarik karena di tengah-tengah Inflasi bisa menekan angka inflasi. Salah satunya menanam Cabai, bawang, dan Tanaman cepat," ajaknya 

Penulis : Sobirin
Editor : Ade Sukma

14 September, 2022

Dua Pelaku Curanmor di Tebo Diamankan Polisi

Dihadapan polisi pelaku mengaku dan menyadari perbuatannyan

TEBO- Satreskrim Polres Tebo berhasil mengamankan dua tersangka pelaku pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polres Tebo.

Kedua tersangka yakni Joni Indra (27) dan ML (17), warga Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi yang merupakan kakak beradik. 

Kapolres Tebo, AKBP Fitria Mega melalui Kasat Reskrim, AKP Rezka Anugras membenarkan hal tersebut.

"Iya benar kita sudah mengamankan dua orang tersangka kakak beradik yang merupakan pelaku pencuri sepeda motor," kata Rezka Anugras Rabu (14/9/2022). 

Rezka menyebut pengamanan kedua tersangka ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / B / 13/  IX / 2022/ Spkt /Polsek Muara Tabir / Res Tebo / Polda Jambi, Tanggal 07 September 2022.

Berdasarkan laporan tersebut, Rezka langsung mengintruksikan Tim Sultan Polres Tebo untuk melakukan penyelidikan. 

Pada Sabtu 10 September 2022 kata Rezka, Tim Sultan Polres Tebo bersama Personil Polsek Muara Tabir mendapatkan informasi bahwa salah satu tersangka tengah berada di Desa Tanah Garo.

Hari itu juga sekitar pukul 01:00 WIB, Tim Sultan Polres Tebo bersama Personil Polsek Muara Tabir bergerak ke lokasi yang dituju. 

Begitu mendapat informasi keberadaan tersangka, Tim Sultan Polres Tebo bersama Personil Polsek Muara Tabir langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka, yakni Joni Indra alias Jon.

Setelah mengamankan Joni, tim langsung melakukan pengembangan. Hasil pengembangan, tersangka Joni mengatakan bahwa dia melakukan pencurian bersama ML (inisial).

Selanjutnya Tim Sultan dan Personil Polsek Muara Tabir langsung bergerak dan mengamankan tersangka ML yang merupakan adiknya. 

"Kedua tersangka dan barang bukti sudah kita amankan di Mako Polres Tebo untuk pengembangan lebih lanjut," kata Rezka.

Atas perbuatanya kata Rezka, kedua kakak beradik tersebut dijerat dengan jerat dengan pasal 363 KUHPidana dan Penadahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 480 KUHPidana.

Penulis : Sobirin
Editor : Ade Sukma

Modus Minta Pijat, Oknum Ustaz Ponpes di Tebo Cabuli Santrinya

 

Pasca cabuli santri, oknum ustaz di Ponpes Tebo diamankan polisi

TEBO - Polres Tebo kembali mengungkap kasus tindak pidana pencabulan anak dibawah umur.Kali ini terjadi di salah satu pesantren di Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo. Dimana salah satu oknum ustaz diduga tega mencabuli dua santrinya yang masih dibawah umur.

Pelaku ialah RW (37) warga Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo. Pelaku merupakan oknum ustaz/Guru di salah satu pesantren di Kabupaten Tebo. Sedangkan kedua korban merupakan santri atau murid pelaku yaitu Korban A (13) Laki-Laki dan Korban B (15) yang juga Laki-Laki.

Tindakan amoral ini terjadi pada Minggu (21/8/2022) sekitar pukul 22.00 WIB di pondok pesantren. dimana awalnya Pelaku meminta Korban B memanggil Korban A dan temannya untuk memijit Pelaku. Kemudian ketiga santri tersebut datang dan langsung memijit Pelaku. Setengah jam kemudian, Pelaku meminta ketiga santri tersebut untuk masuk ke dalam kamar dan kembali memijit Pelaku yang sudah terbaring di kasur, dimana Korban A memijit betis kiri, Korban B memijit kaki bagian kanan, dan Santri satunya lagi memijit bagian kepala Pelaku.

Setelah 15 menit dipijit, Pelaku kemudian meminta santri yang satunya keluar untuk menutup pintu pagar pesantren. Sedangkan Korban A dan B yang tinggal diminta lagi oleh Pelaku untuk memijit tangan kanan dan kirinya. Saat itulah Pelaku mulai melancarkan aksinya dengan memegang kemaluan kedua korban dari luar sarung.

Setelah itu, Pelaku terus menyuruh Korban B untuk ke luar melihat santri lainnya yang masih begadang. Saat itulah, aksi bejad pelaku kembali dilancarkan. Setelah pintu kamar ditutup, Korban A yang tinggal sendiri di kamar bersama Pelaku, langsung diminta berbaring bersamanya. 

Pelaku terus melancarkan aksinya melecehkan Korban A dan mengikuti kemauan bejat pelaku. Merasa tidak senang perbuatan pelaku atas kejadian tersebut, pihak korbanpun melaporkan Pelaku ke Polres Tebo.

Kapolres Tebo, AKBP Fitria Mega saat dikonfirmasi Rabu (14/9/2022) membenarkan kejadian tersebut. Dirinya mengatakan bahwa setelah mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyidikan dan menetapkan Pelaku sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan.

"Saat ini saudara RW sudah ditahan di Polres Tebo, pelaku kita ditahan pada Senin (12/9/2022) pukul 21.00 WIB setelah penyidik PPA menetapkan tersangka," katanya. 

Dari kejadian tersebut, Polres Tebo juga mengamankan barang bukti berupa satu helai jaket warna hitam, satu helai sarung motif kotak kotak warna hijau, satu helai baju kaos berwarna putih serta satu helai kain sarung kotak kotak berwarna abu. 

"Pelaku akan dijerat dengan pasal 82 ayat (1) (2) Jo pasal 76 E undang- undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak," pungkas Fitria.

Penulis : Sobirin
Editor : Ade Sukma

13 September, 2022

Digelar di Lapangan, Sidang Sengketa Ruko 44 Pasar Sarinah Hakim Melihat Pembuktian

Hakim PTUN Jambi menggelar sidang di tempat, untuk melihat pembuktianterkait sengketa ruko 44 di pasar Sarinah Rimbo Bujang

TEBO- Gugatan Sengketa ruko 44 pintu Pasar Sarina Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, antara penyewa dan Pemkab Tebo masih berlanjut bahkan hari ini dilaksakan sidang ditempat Selasa (13/9/2022).

Sidang ditempat ini bertujuan untuk mengetahui lokasi yang mana saja ruko yang dipermasalahkan. 

Saat sidang ditempat Ketua Majelis Hakim Persidangan hadir kelokasi atas permintaan penggugat yang mana yang jadi persoalan yang disebut-sebut melawan hukum.

Penggugat mendalilkan perkara  tergugat tersebut merupakan perbuatan melawan hukum. Hakim Menyatakan Setelah dilakukan sidang ditempat nantinya diagendakan akan dilakukan putusan dalam bulan ini.

Ery Elvi Ritonga Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jambi  menyampaikan, yang disebut perbuatan melawan hukum nanti akan dilihat pada saat persidangan apakah betul melawan hukum atau tidak.

"Ada kriteria yang harus ditentukan, apakah betul perbuatan melawan hukum atau tidak," ucap Ery.

Ery menyebut untuk fakta sendiri nantinya akan dituangkan dalam putusan. Mana yang kira-kira perbuatan melawan hukum nya mana yang tidak. 

"Kalau perbuatan yang melawan hukum oleh pejabat ini dulunya Pengadilan Negeri sekarang sudah berpindah ke PTUN," terang dia.

Dijelaskan Ery ada 14 objek unit ruko, yang dipersoalkan di blok ruko 44 dan blok ruko 25 ini berkaitan dengan pemberitahuan dengan sewa.

Sementara itu Yalid kuasa Hukum Penggugat (penyewa ruko 44) menyampaikan, gugatan ini dilakukan oleh 13 orang dari 14 ruko yang menjadi objek sengketa. Sidang hari ini untuk memperlihatkan objek berupa ruko yang yang diklaim.

"Kami memperlihatkan ruko yang menjadi objek sengketa ada 2 gugatan, pertama klaim pasar sarina ruko 44 adalah barang milik daerah, gugatan kedua dari pedagang merupakan tindakan pemerintah meminta sewa ruko ini, kalau tidak bayar akan dikosongkan," ucap Yalid. 

Kata Yalid, dalam fakta persidangan, didalilkan soal surat menyurat, yang berkaitan dengan ruko Pasar Sarina. Dalam gugatan ini untuk memenuhi apa yang mejadi hak dari pedagang.

Penulis :Sobirin
Editor : Ade Sukma

07 September, 2022

Inspektorat Lemah, Aktivis Desak Jaksa Ambil Alih Temuan BPKP Terkait Pekerjaan di PUPR Tebo

 

Aktivis desak jaksa ambil alih temuan BPKP di inspektorat

TEBO - Romy Hafiz, Aktifis Pengiat anti korupsi Tebo menyuarakan tuntutan kepada pihak Kejaksaan Tebo untuk menindak lanjuti temuan BPKP Jambi terkait pekerjaan proyek di PUPR Tebo. Pasalnya sejumlah temuan yang merugikan negara hingga miliaran tersebut selama ini hanya terparkir di Inspektorat.

" Inspektorat lemah, kami menduga banyak sekali temuan oleh BPKP tidak ditindaklanjuti oleh Inspektorat dan hanya mendap saja," ungkap Romy dalam orasinya ya, di depan Kantor Kejaksaan Negeri Tebo, (7/9).

Untuk itu dirinya meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri Tebo untuk mengambil alih temuan tersebut. Dirinya menilai selama ini inspektorat sudah terbuai tanpa melakukan penindakan terhadap penyimpangan tersebut 

" Kami sudah tidak percaya dengan Inspektorat. Jelas-jelas penyimpangan ini menyalahi aturan tapi belum ada action sama sekali," Tutut Romy lantang.

Sekretaris Inspektorat Tebo, Ngadiyono didepan puluhan aktivis menyampaikan jika pihaknya tidak punya kewenangan untuk membuka beberapa temuan BPKP terkait pekerjaan yang ada di PUPR Tebo. Untuk itu pihaknya masih menunggu petunjuk atau langkah apa saja yang akan ditindak lanjuti terkait temuan tersebut.

" Kita tidak memiliki kewenangan untuk membukanya," singkat Ngadiyono.

Terpisah Kepala Kejaksaan Negeri Tebo Dinar Kripsiaji menyambut baik unjuk rasa yang digelar didepan Kejaksaan Negeri Tebo.

Menurutnya setiap warga negara berhak menyampaikan pendapatnya dimuka umum. 

Selanjutnya kata Dinar artinya masyarakat percaya kepada Kejari, harapan masyarakat untuk terus menangani dugaan-dugaan tindakan pidana korupsi di Kabupaten Tebo.

"Saya pikir kita mengapresiasi kegiatan mereka, dan mereka menyampaikan unjuk rasa dengan baik dan benar dan kita sudah menyiapkan tempat," ucapnya.

Apa yang disampaikan ormas tersebut Dinar bilang akan diteruskan ke Kejati Jambi.

Sudah enam puluh hari lebih namun belum dikembalikan 100 persen, kata Dinar setiap OPD atau Satker yang menjadi temuan oleh BPK itu mengikat sampai lunas. Sampai rekomendasinya ditindakanlanjuti oleh pemerintah  Kabupaten.

"Saya juga ingin katakan bahwa temuan dari BPK itu tidak linear, tidak segaris bahwa itu tindak pidana, tidak seperti itu," terangnya.

Karena metode nya tidak sama dengan metode yang dilakukan pemeriksaan oleh APH.

"Kalau APH ini kan mencari dan membuktikan kebenaran materilnya, tapikan kalau dari LHPBPK itukan pertanggungjawabannya seperti apa, jadi tidak selalu apa yang menjadi temukan LHPBPK pasti menjadi pidana tidak seperti itu, tetapi mungkin ada," tambah Dinar.

Hingga saat ini kata Dinar, Kejari Tebo belum menemukan unsur pidananya.

"Kami monitor, sampai bulan lalu sudah 60 persen yang sudah ditindaklanjuti, artinya kami monitor kalau situ ada tindak pidananya maka akan kami tindak lanjuti," pungkasnya.

Penulis : Sobirin

Pengiat Korupsi Pertanyaan Temuan BPKP dan Penyaluran Dana Hibah di 7 OPD Pemkab Tebo

 


Beberapa temuan BPKP Jambi disampaikan untuk ditindaklanjuti 

TEBO - Sebanyak puluhan Pengiat anti korupsi Tebo mengelar aksi unjuk rasa didepan halaman kantor Kejaksaan Negeri Tebo, Rabu ( 7/9). Akttifis anti korupsi yang di pimpin oleh Hafizon Romi meminta kepada pihak Kejari Tebo untuk mengusut beberapa temuan terkait beberapa pekerjaan di Dinas PUPR Tebo dan penyaluran dana hibah yang ada di 7 OPD lingkup Pemkab Tebo.

Romy dihadapan pejabat Kejari menyampaikan untuk meminta pihak Kejaksaan mengusut tuntas banyaknya temuan BPK atas pekerjaan yang di lakukan beberapa pihak rekanan atau pihak ketiga di Dinas PUPR Tebo. Dirinya yakin temuan yang merugikan negara hingga miliaran tersebut untuk segera di kembalikan dan menyeret oknum rekanan ke meja hijau.

" Kami tegaskan kiranya pihak kejaksaan segera membongkar adanya praktek korupsi beberapa pekerjaan yang dilakukan oleh pihak rekanan di Dinas PUPR Tebo. Temuan BPK sudah sangat jelas ," kata Romy lantang.

Selanjutnya selain meminta Kejaksaan mengusut temuan BPK, Aliansi anti korupsi Tebo juga meminta untuk mengungkap adanya penyimpangan pada penyaluran dana hibah di 7 OPD yang ada dilingkup Pemkab Tebo. Beberapa yang terindikasi adanya penyimpangan dana hibah di 7 OPD tersebut yakni, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Sosial PP dan PPA, Kecamatan Rimbo Bujang dan Kecamatan Tebo Tengah. " Penyaluran ini tidak tepat sasaran dan menyalahi prosedur tentang penyaluran dana hibah," Tegasnya.

Berikut beberapa temuan BPK yang menjadi catatan pihaknya untuk segera ditindaklanjuti oleh pihak Kejaksaan Negeri Tebo, antara lain : PT. Piramid Anugrah Nusantara, PT. Hanro, CV. Nova Indah Pratama, Rudy Agung Laksana, CV.Tri Wirajaya. Pihaknya meminta pihak Kejari Tebo untuk segera memanggil pihak ketiga yang mengerjakan kegiatan di dinas PUPR kabupaten Tebo.

Penulis : Sobirin


31 Agustus, 2022

10 Ton BBM Ilegal Diamankan Polisi

Dua tersangka ilegal driling dan barang bukti diamankan polisi

TEBO- Tim gabungan Polres Tebo dan Polsek jajaran berhasil mengamankan sebuah mobil bernomor polisi (Nopol) BH 8070 KU bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite Bayung di Desa Mengupeh Kecamatan Tengah Ilir, pada Selasa (30/8/2022) sekira pukul 16.00 Wib, "ujar Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega dalam keterangan persnya, Rabu (31/8/2022).


Kepada awak media Fitria Mega membeberkan kronologis penangkapan, bahwa jajaran Satreskrim Polres Tebo mendapat informasi dari masyarakat adanya kegiatan pengangkutan di duga BBM Pertalite Bayung yang dilakukan oleh beberapa orang. 

Untuk sementara ini tersangka berjumlah dua orang telah diamankan berikut barang bukti berupa 1 unit mobil truk Mitsubishi Canter Nopol BH 8070 KU, 18 drum dan 8 tedmon berisi BBM jenis Pertalite Bayung dengan total kurang lebih 10 ton.

"Kedua pelaku dikenakan pasal 54 Nomor 22 tahun 2021 tentang Migas, ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda paling tinggi Rp.60 miliar dan atau pasal 480 ayat 1 KUHPidana ancaman hukuman 4 tahun penjara junto pasal 55 ayat 1 KUHPidana, "tegas Kapolres.

Sedangkan asal daripada BBM tersebut ungkap Fitria Mega, menurut informasi diduga dari sumur ilegal yang berada di daerah Musi Banyuasin Sumsel yang rencananya akan di bawa oleh pelaku ke Kabupaten Bungo.

" Menurut informasi sambung Kapolres, pengiriman BBM ini sudah dilakukan beberapa kali oleh pelaku kurang lebih selama dalam 2 bulan, "katanya.

Penulis : Sobirin
Editor : Ade Sukma

Edukasi

Politik

Teknologi