Portal Media Online

News

Peristiwa

Showbiz

LOKASI IKLAN

Foto

Video

07 November, 2026

Gelombang Mutasi di Polres Tebo, 13 Perwira Bergeser Berikut Daftarnya

 

illustrasi f/ist

TEBO - Gerbong mutasi di lingkungan Kepolisian Daerah (Polda) Jambi turut menyasar sejumlah perwira di Kepolisian Resor (Polres) Tebo. Pergeseran jabatan tersebut mencakup sejumlah posisi strategis, mulai dari Kasatintelkam, Kasihumas, Kasipropam hingga beberapa kepala kepolisian sektor (Kapolsek).

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Jambi Nomor ST/852/XI/KEP/2026 tertanggal 6 November 2026. Surat itu mengatur pemberhentian dari jabatan lama sekaligus pengangkatan personel dalam jabatan baru di lingkungan Polda Jambi.

Salah satu perubahan terjadi pada jabatan Kasatintelkam Polres Tebo. AKP Rovi​​ansyah, S.H., yang sebelumnya menduduki posisi tersebut, mendapat penugasan baru sebagai Pamin 3 Subdit 1 Ditintelkam Polda Jambi.

Jabatan yang ditinggalkannya kini dipercayakan kepada AKP Moh. Hasyim Asy’ari, S.H., M.H. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kapolsek VII Koto Polres Tebo.

Perubahan jabatan juga terjadi pada Kapolsek VII Koto. Posisi tersebut selanjutnya diisi IPTU Muhammad Mustari, S.H., yang sebelumnya bertugas sebagai Kapolsek Tanah Sepenggal Polres Bungo.

Selain jajaran intelijen, pergantian turut menyentuh posisi Kasihumas dan Kasipropam Polres Tebo. IPTU Sri Yanto, S.H., yang sebelumnya menjabat Kasipropam, dipercaya mengemban tugas sebagai Kasihumas.

Sementara itu, posisi Kasipropam diserahkan kepada IPTU Rustam Effendi, S.H., yang sebelumnya menjabat PS Kapolsek Air Hangat Timur Polres Kerinci.

Di tingkat kepolisian sektor, Polsek Tebo Ulu juga mengalami pergantian pimpinan. IPTU Esep Susanto, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat Kapolsek Tebo Ulu, mendapat penugasan sebagai Pamin 5 Subdit 2 Ditintelkam Polda Jambi.

Posisinya digantikan IPTU Sugeng, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat PS Kapolsek Muaro Tembesi Polres Batang Hari.

Perubahan berikutnya terjadi di Polsek Tebo Ilir. AKP Adha Fristanto, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat Kapolsek Tebo Ilir, dimutasi menjadi Kasatlantas Polres Batang Hari.

Sebagai penggantinya, IPTU Jonson Sianturi, S.H., yang sebelumnya menjabat Wakapolsek Air Hitam Polres Sarolangun, diangkat sebagai PS Kapolsek Tebo Ilir.

Sementara itu, jabatan Kapolsek VII Koto Ilir juga mengalami pergantian. IPTU Diky Fribadi, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat Kapolsek VII Koto Ilir Polres Tebo, mendapat tugas baru sebagai PS Kapolsek Tengah Ilir Polres Tebo.

Adapun posisi Kapolsek VII Koto Ilir dipercayakan kepada IPTU Usaha Sitepu, S.E., yang sebelumnya menjabat PS Kapolsek Limun Polres Sarolangun.

Mutasi lainnya menyasar Polsek Sumay. AKP Dr. Irvan Pane, S.Sos., M.H., yang sebelumnya menjabat Kapolsek Sumay Polres Tebo, dimutasikan menjadi Pamin 2 Unit 2 Subdit 1 Ditreskrimsus Polda Jambi.

Jabatan Kapolsek Sumay selanjutnya diisi IPTU Anshori, S.H., yang sebelumnya menjabat Wakapolsek Jambi Luar Kota Polres Muaro Jambi. Dalam surat telegram tersebut, ia ditunjuk sebagai PS Kapolsek Sumay Polres Tebo.

Pergeseran jabatan tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi kepolisian dalam rangka penataan personel dan penyegaran di lingkungan Polda Jambi, termasuk Polres Tebo.

Dengan adanya perubahan tersebut, sejumlah satuan fungsi dan kepolisian sektor di wilayah Kabupaten Tebo akan dipimpin pejabat baru sesuai penugasan yang telah ditetapkan dalam surat telegram Kapolda Jambi. 

Redaksi

06 November, 2026

Operasi Sikat, Satnarkoba Tebo Amankan 12 Tersangka

 

Opsnal Satnarkoba Tebo sikat kurir sabu dari oknum wartawan di Sungai Bengkal

TEBO - Tim Opsnal  Satnarkoba Tebo berhasil amankan 12 pelaku narkoba. Ini sejak dilakukannya operasi sikat dari tanggal 9 Oktober hingga Nopember.

Dari operasi sikat yang digelar Satnatkoba Tebo, sebanyak 292,0 gram lebih barang bukti sabu diamankan, uang sebanyak 11 juta, senpi rakitan dan banyak lagi.

"total ada 12 tersangka, diantarnya 11 laki-laki dan seorang perempuan. dari semuanya lokasi peredarannya 6 di Tebo Ilir, 3 di Tebo Tengah sisanya di Rimbo Bujang, ujar Kasat  Narkoba IPTU Dumyanti.

Kasat menuturkan, pihaknya juga baru saja menangkap salah satu oknum wartawan dari media onlen. oknum tersebut kata dìa membawa 5 gram sabu. " dia mengaku sebagai kurir. tugasnya mengantar barang pesanan. ini lagi proses penyidikan dan pengembangan," sambung kasat.

Sementara itu, pihaknya masih terus mengungkap jaringa narkotika yang ada di kabupatem Tebo.

Redaksi

Polisi dan SAD Sinergi Jaga Kondusifitas, 14 Pucuk Kecepek Diserahkan

Sikahturahmi Polres Tebo dan SAD, 14 pucuk kecepek diserahkan

TEBO - Sinergi kepolisisan Resort Tebo dengan Suku Anak Dalam (SAD) makin terjaga. Ini dibuktikan dengan giat silahturahmi yang digelar di Aula Makopolres Tebo, Rabu (4/11/26).

"Silahturahmi ini bertujuan untuk menjaga kondusifitas wilayah Tebo dari beragam konflik. kita (Polres), Forkopimda dan SAD bersinergi serta berkomitmen saling menjaga kondisi wilayah Tebo," sebut Kapolres Tebo, AKBP Triyanto usai menggelar silahturahmi.

"Alhamdulilah dari komitmen bersama ini, SAD telah menyerahkan 14 buah pucuk kecepek sebagai antisipqsi munculnya konflik sosial," timpalnya.

Terpisah Syahrial pendamoing SAD di Kabupaten Tebo menuturkan, giat silahturahmi bersama Polres Tebo ini dihadiri 3 Tumenggung yang ada di Kabuoaten Tebo, diantaranya Tumenggung Ngadap dari Tanah Garo, Tumenggung Apung dari Muara Kilis dan SAD Tumenggung dari VII Koto.

"memang sebagian ada yang tidak hadir dikarenakaan hujan. Namun Alhamdulilah semua Tumenggung yang kita bawa ada utusan atau perwakilan," kata Iyal biasa disapa.

Dirinya menjamin kelompok SAD yang ada di Kabupaten Tebo tidak akan terprovokasi oleh ajakan atau hasutan oleh oknum-oknum yang sengaja ingin membuat gaduh. 

Redaksi

Lagi, Polisi Sikat PETI di Tambun Arang Tabir

 

Polisi musnakan rakit dompeng di Desa Tambun Arang Muara Tabir Tebo

TEBO – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tebo bersama Polsek Muara Tabir melakukan penindakan terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan mesin dompeng di Desa Tambun Arang, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Jambi, Kamis (05/11/2026).

Kegiatan penindakan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Very Prasetyawan, didampingi Kapolsek Muara Tabir, IPTU Bambang Widodo, bersama sejumlah personel gabungan yang turun langsung ke lokasi aktivitas PETI.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Very Prasetyawan mengatakan bahwa penindakan dilakukan sebagai bentuk upaya kepolisian dalam menertibkan aktivitas penambangan emas ilegal yang masih beroperasi di wilayah Kabupaten Tebo.

"Dalam kegiatan hari ini, kita melakukan penindakan terhadap aktivitas PETI yang berada di Desa Tambun Arang, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo," ungkap AKP Very Prasetyawan.

Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan sejumlah peralatan yang digunakan untuk aktivitas PETI. Sementara itu, beberapa rakit dompeng yang ditemukan di lokasi dimusnahkan dengan cara dibakar. 

Petugas tidak menemukan pekerja di lokasi karena diduga telah melarikan diri saat mengetahui kedatangan aparat kepolisian. "Untuk barang bukti sudah kita amankan di Polres Tebo. Dalam kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan aman," tutup Kasat Reskrim.

Redaksi

04 November, 2026

Polisi Musnahkan Rakit Tak Bertuan di Rimbo Bujang

 

Ditinggal pemilik, satu rakit jadi makanan empuk polisi di Desa Perintis Rimbo Bujang

TEBO - Jajaran Satreskrim Polres Tebo melakukan penindakan terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan rakit dompeng di wilayah Desa Perintis, Unit 1, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, pada Senin (02/11/2026).

Penindakan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Very Prasetyawan. Bersama sejumlah personel, ia turun langsung ke lokasi yang diinformasikan menjadi tempat aktivitas penambangan emas ilegal tersebut.

Namun, saat tiba di lokasi, petugas tidak menemukan adanya aktivitas penambangan. Polisi hanya menemukan satu unit rakit dompeng yang sudah tidak beroperasi dan tidak dilengkapi mesin.

"Di lokasi kita menemukan rakit dompeng, tetapi tidak ada mesinnya dan sudah tidak beraktivitas. Meski demikian, kita tetap melakukan penindakan dengan cara dibakar," ungkap AKP Very Prasetyawan.

Redaksi

31 Oktober, 2026

Rimbo Lautan Api, 6 Unit Damkar Dikerahkan

 

Paaar Unit 6 Rimbo Bujang dikepung lautan Api, Minggu (31/10/26)

TEBO - Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Unit 6, Desa Tirta Kencana Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, pada malam Minggu (31/10/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. 

Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga setempat yang berupaya menyaksikan proses pemadaman api. Untuk menjinakkan kobaran api, petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Tebo langsung mengerahkan empat unit armada ke lokasi kejadian. Petugas berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas dan merambat ke bangunan lainnya.

Saat dikonfirmasi, Kabid Damkar Kabupaten Tebo Habibi menyampaikan bahwa saat ini empat unit armada sudah berada di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan tambahan armada dari wilayah Tebo Tengah dan Tebo Ulu guna membantu proses pemadaman.

"Untuk sementara, kami belum bisa memastikan dari mana sumber api berasal maupun berapa total kerugian akibat kebakaran ini. Saat ini petugas masih fokus berupaya memadamkan api," ungkapnya.

Redaksi

30 Oktober, 2026

Dugaan Korupsi Pembangunan HTR, Jaksa Sudah Panggil Banyak Saksi

Kasi Pidsus Kejari Tebo, Novy Saputra

TEBO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo melalui bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) tengah melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait pembiayaan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Koperasi Maju Bersama. Dalam proses penyidikan tersebut, pihak kejaksaan telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk Ketua Koperasi Maju Bersama, Azri.

Kasi Pidsus Kejari Tebo, Novy Saputra, SH, saat dikonfirmasi pada Kamis (29/10/2026), membenarkan adanya pemeriksaan saksi-saksi serta kegiatan pemeriksaan langsung di lapangan. Menurut Novy, proses penyidikan masih berjalan dan pihaknya terus mengumpulkan keterangan untuk mendalami perkara tersebut.

“Sudah banyak saksi yang kita mintai keterangan, dan masih ada juga yang belum,” ungkap Novy Saputra. 

Ia menambahkan, pemanggilan saksi-saksi telah dilakukan pada Jumat dan Sabtu pekan sebelumnya. Namun, pihak kejaksaan belum merinci jumlah keseluruhan saksi yang telah diperiksa maupun materi pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Ketua Koperasi Maju Bersama, Azri, menjelaskan bahwa koperasi yang dipimpinnya memperoleh izin Hutan Tanaman Rakyat melalui perubahan status kawasan hutan produksi (HP) menjadi HTR pada 2010. Ia menyebutkan luas izin yang diperoleh mencapai 226.374 hektare. Azri juga menerangkan bahwa koperasi pernah mengikuti program pembiayaan yang dicanangkan oleh Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (Pusat P2H).

Menurut Azri, pihaknya mengajukan pembiayaan kepada kementerian terkait, kemudian dilakukan evaluasi terhadap lokasi kegiatan. Setelah proses tersebut, dibuat perjanjian pembiayaan di hadapan notaris di Muara Bungo. Ia menyebut pembiayaan tersebut diperuntukkan bagi kegiatan pada sekitar 300 hektare lahan, dengan nilai kurang lebih Rp 8 juta per hektare, untuk kebutuhan penebasan lahan (stacking), pembibitan, dan pemeliharaan tanaman.

Azri mengakui bahwa kewajiban pembayaran pinjaman seharusnya mulai dilakukan pada 2019. Namun, menurut keterangannya, terdapat kendala teknis di lapangan dan persoalan penyertaan dana kepada koperasi. Ia menyebut koperasi baru melakukan dua kali penyetoran, masing-masing sebesar Rp 6 juta dan Rp 5 juta. 

Selanjutnya, penagihan pinjaman dilimpahkan kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Provinsi Jambi. Azri menyebut nilai pokok utang yang harus diselesaikan sekitar Rp1,4 miliar dan mengakui belum ada pembayaran lanjutan hingga muncul ancaman penyitaan barang.

Terkait pemanggilan oleh Kejari Tebo, Azri mengatakan dirinya hadir untuk memberikan penjelasan mengenai mekanisme pembiayaan tersebut. Ia menilai persoalan yang dihadapi koperasi merupakan masalah utang-piutang yang seharusnya diselesaikan melalui ranah perdata, bukan tindak pidana korupsi. Meski demikian, proses hukum masih berjalan dan penentuan ada atau tidaknya unsur tindak pidana korupsi menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang diperoleh.

Redaksi

28 Oktober, 2026

Modus Busuk Fauzan, Ritual Pengobatan Santri jadi Pintu Masuk Aksi Persetubuhan

Terdakwa Fauzan divonis Hakim PN Tebo 15 tahun penjara

TEBO - Kasus dugaan pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Tebo akhirnya memasuki babak akhir.


Terdakwa Ahmad Fauzan (37), pengasuh sekaligus tenaga pendidik Pondok Pesantren Raudhatul Falah Desa Lubuk Mandarsah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tebo.

Vonis tersebut dibacakan oleh Hakim Ketua di Ruang Sidang Cakra dalam sidang terbuka di PN Tebo, Rabu (28/10/2026).

"Terdakwa Ahmad Fauzan bin Usmani terbukti secara sah melakukan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak, menjatuhkan kepada saudara hukuman penjara selama 15 tahun," kata Hakim Ketua saat membacakan amar putusan.

Selain pidana penjara, hakim juga menetapkan barang bukti perkara tersebut dirampas untuk dimusnahkan.

Terungkapnya kasus predator berbalut seragam ustaz ini bermula dari laporan masyarakat ke Polsek Tengah Ilir pada 4 Juni 2026.

Dari hasil penyelidikan Polres Tebo, pelaku memanfaatkan relasi kuasa dan kedekatannya sebagai pengasuh pondok. Kepada para korban, ia mengaku mampu mengobati trauma masa lalu melalui sebuah ritual khusus.

Ritual itulah yang kemudian menjadi pintu masuk aksi bejat persetubuhan dan pencabulan. Aksi itu diduga dilakukan pelaku sejak awal 2024 hingga 3 Juni 2026 di lingkungan pondok.

Polres Tebo dalam konferensi pers pada 8 Juni 2026 membenarkan penangkapan tersebut. Sedikitnya tujuh santriwati dengan rentang usia 16 hingga 19 tahun menjadi korban, bahkan ada yang sampai melahirkan.

Redaksi

Audit Final, Temuan DD Sungai Rambai Bakal Dilimpahkan ke Polres Tebo

Inspektorat Kabupaten Tebo, Nafri Junaidi

TEBO - Inspektur Kabupaten Tebo, Nafri Junaidi menegaskan proses pemeriksaan audit Dana Desa (DD) Desa Sungai Rambai, Kec Sumay yang tengah berjalan saat ini memasuki tahap akhir.


Menurutnya, pihaknya sedang menyusun laporan final untuk merampungkan seluruh proses tersebut.

"Saat ini kami sedang berusaha untuk menyelesaikan proses tersebut. Kami sedang menyusun laporan final," tegas Nafri, Rabu (28/10/2026).

Nafri memastikan laporan temuan Dana Desa Tahun 2025 tersebut rampung dalam bulan Oktober ini. Jika tidak ada halangan, berkas akan langsung diserahkan ke Polres Tebo pada minggu depan.

"Insyaallah selesai. Selesai bulan Oktober ini. Kalau tidak ada halangan lain, minggu depan sudah kita serahkan ke Polres," pungkasnya.

Redaksi

Sah Saipul Ishak jadi Penguasa Desa Embacang Gedang Tabir

Proses Pilkades PAW desa Embacang Gedang Muara Tabir, Rabu, 28/10/26 berlangsung sukses

TEBO- Pemerintah Desa (Pemdes) Embacang Gedang, Kecamatan Muara Tabir, hari ini Rabu 28 Oktober 2026, menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) pergantian antar waktu (PAW) dan penetapan Kades terpilih periode 2026-2030.

Sebagaimana diketahui bahwa Albuzar, mantan Kades Embacang Gedang, telah diberhentikan dari jabatannya setelah di vonis 1,4 tahun penjara oleh pengadilan negeri (PN) Tebo, terkait kasus penambangan emas tanpa izin (Peti) pada Februari 2026 yang lalu. 

Mantan Kades Albuzar sebelumnya telah diberhentikan dan menjalani proses hukum. 

Sementara itu untuk mengisi kekosongan jabatan Kades, diisi oleh pelaksana tugas (Plt) dari unsur pihak Kecamatan Muara Tabir, setelah dilakukannya penonaktifan pada akhir 2025 lalu. 

Camat Muara Tabir, Jufri, HR dihubungi via ponsel, Rabu 28 Oktober 2026, membenarkan, bahwa hari ini sedang berlangsung Pilkades PAW desa Macang Gedang,"ujarnya singkat. 

^Ya benar hari ini (Rabu,28/10/26,"red) pemilihan Kades Embacang Gedang (PAW)," kata Jupri meyakini.

Hingga berita ini ditulis Pilkades PAW desa Embacang Gedang tersebut diikuti oleh tiga calon antara lain nomor urut 1 Saipulah Ishak, Jangcik nomor urut 2 dan Anwar Aprizal nomor urut 3.

Perolehan suara terbanyak dari tiga calon tersebut diraih oleh Saipul Ishak. 

Redaksi

4 bulan Berkonflik, Warga Puntikalo Minta Polda Berantas PETI Teluk Langkap

Warga Puntikalo Stres, Puluhan Rakit Dompeng Warga Teluk Langkap Masuk ke Desa Puntikalo

TEBO - Sudah 4 bulan konflik warga Desa Puntikalo dengan Desa Teluk Langkap tak kunjung reda. Masyarakat Desa Puntikalo sudah muak dan stres dengan persoalan tersebut. Pasalnya mulai dari penangkapan rakit dompeng, blokade jalan, rapat antar tokoh masyarakat hingga penindakan oleh polisi tapi semuanya menemukan jalan buntu.

Bahkan penindakan oleh sejumlah aparat dengan membakar rakit dompeng tak membuat jera warga Teluk Langkap. Bisa dipastikan ada puluhan jumlah rakit dari Desa Teluk Langkap masuk ke wilayah Puntikalo. Ini terjadi pasca sungai di wilayah Desa Teluk Langkap sudah habis di dompeng dan sudah tidak ada potensi kandungan emasnya.

"orang tu (rakit teluk lagkap) hampir tiap hari masuk. sekali masuk bisa sampe 10 rakit,"kata warga Putikalo yang enggan disebutkan namanya.

Kata sumber menyebutkan, pola operasi rakit Teluk Langkap yang akan masuk ke desa Punti Kalo yakni bertahap. 3 rakit mulai coba masuk, selanjutnya menyusul 10 rakit dibelakang. Upaya pengusiran sudah kerap dilakukan warga Puntikalo, namun 2 jam berikutnya masuk kembali. "macam tu terus orang tu bang. yang lebih nekat lagi, antara jam 02.00 hingga 05.00 ketika warga Puntikalo terlelap tidur, mereka beroyotan masuk," terang sumber meyakini.

Kendati demikian warga Puntikalo berharap persoalan konflik PETI di desa Puntikalo dan Teluklangkap cepat usai. Warga meminta Kapolda Jambi cepat merespon konflik PETI yang tak kunjung usai ini. "mohon pak Kapolda tertibkan aktivitas PETI di Desa Teluk Langkap ini. karena sudah meresahkan. bukan cuma konflik sosial, tapi dampak dari dompeng lainnya ialah kerusakan lingkungan," pintanya.

Redaksi

27 Oktober, 2026

Dibina dan Bikin Perjanjian, Langgar Siap Pindah Sekolah

Plh Kepala Sekolah SMKN 1 Tebo, Joni Afrizal

TEBO - "Sudah kita panggil murid dan orang tuanya. Selanjut kita kasih pembinaan. Sebagai pertimbangan kita minta untuk membuat surat perjanjian, dan apabila melanggar  kita kenakan sanksi siap dikeluarkan dari sekolah," tegas Joni Afrizal, Plh Kepala Sekolah SMKN 1 Tebo, kepada media, Selasa (27/10/26).


Joni bilang, pasca viralnya beberapa siswa SMKN 1 Tebo terlibat geng motor dimedia sosial, pihaknya langsung memanggil dan meminta siswa untuk bertobat. " kita minta mereka juga menyerahkan sajam (senjata tajam) untuk kita musnahkan. Menurut mereka, bisa ikut-ikutan geng motor ini lantaran diajak oleh seniornya dulu pernah jadi eks siswa SMKN 1 Tebo," tuturnya meyakini.

Apresiasi juga Joni sampaikan kepada pihak Polsek dan Polres yang sudah merespon berita viral tersebut. penindakan lebih ditekankan kepada pembinaan disiplin serta berjanji tidak ikut dalam geng motor.

"terima kasih pak kapolsek dan jajarannya, terima kasih Kapolres dan jajarannya sudah melakukan pendekatan secara humanis  ini bisa jadi perhatian pihak sekolah," tuturnya.

Redaksi

Edukasi

Politik

Teknologi