Portal Media Online

News

Peristiwa

Showbiz

LOKASI IKLAN

Foto

Video

24 September, 2026

Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Tebo Ulu

 

Pelantikan Ketua TP PKK Kec Tabo Ulu Sukses

TEBO — Ketua TP PKK Kabupaten Tebo melantik Ketua TP PKK Kecamatan Tebo Ulu yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Tebo Ulu, Kamis (24/9).

Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat kelembagaan TP PKK di tingkat kecamatan sekaligus meningkatkan koordinasi dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

Ketua TP PKK Kabupaten Tebo mendorong agar jajaran TP PKK Kecamatan Tebo Ulu dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta terus membangun sinergi bersama pemerintah kecamatan, desa, dan seluruh kader PKK.

Redaksi

Wabup Tebo Serahkan Bantuan S-Empat Genting dan Tinjau Pelayanan DMD di Tanah Garo

Wabup Tebo, Salurkan bantuan ke warga Tanah Garo

TEBO - Wakil Bupati Tebo menyerahkan bantuan program S-Empat Genting sekaligus melakukan peninjauan pelayanan Dokter Masuk Dusun (DMD) di Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kamis (24/9).

Penyerahan bantuan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung keluarga dan masyarakat yang menjadi sasaran program S-Empat Genting. Program ini merupakan salah satu langkah kolaboratif dalam mendukung percepatan penanganan persoalan gizi dan stunting di daerah.

Redaksi

Tolak PETI, Warga Puntikalo Desak Polisi Usut Pemicu Konflik Antar Desa

Lokasi jalan desa Puntikalo yang hancur akibat aktifitas PETI

TEBO - Warga Desa Punti Kalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi, kembali menyuarakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) menggunakan rakit dompeng. Pada Kamis (24/9/2026), sejumlah warga menyebut ada dugaan keterlibatan mantan Kepala Desa Puntikalo dalam aktivitas PETI. Warga juga menduga yang bersangkutan memiliki tempat pembakaran emas sekaligus rakit dompeng. 

Kendati demikian dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian dari pihak berwenang. Tak hanya persoalan aktivitas PETI, warga juga menyoroti dampak yang ditimbulkan akibat aktifitas PETI. Bukan hanya kerusakam lingkungan sungai Batanghari, nanum kerusakan lain tidak kalah parah yakni, hancurnya akses penghubung jalan yang digunakan warga untuk beraktifitas.

Menurut warga, sejumlah rakit dompeng diduga telah beroperasi di wilayah tersebut dan aktivitasnya menyebabkan kerusakan jalan lingkungan. Bahkan, jalan cor beton yang menjadi akses masyarakat disebut mengalami kerusakan hingga terputus akibat aktivitas tersebut.

Warga menegaskan bahwa masyarakat Desa Puntikalo menolak adanya aktivitas PETI di wilayah mereka. Salah seorang warga mengatakan, keberadaan Sungai Batanghari sejak dahulu menjadi bagian penting bagi kehidupan masyarakat dan menurut pemahaman warga setempat tidak semestinya digunakan untuk aktivitas dompeng. 

"Dari nenek moyang, Sungai Batanghari ini tidak boleh didompeng," ujar warga.

Konflik antara masyarakat Desa Puntijalo dan Desa Teluk Langkap terkait aktivitas PETI juga disebut telah berlangsung berulang kali. Mulai dari penangkapan rakit dompeng hingga pekerja yang diduga terlibat aktivitas tersebut telah terjadi. Warga Punti Kalo meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas dan menyelesaikan persoalan tersebut agar konflik tidak terus berulang di tengah masyarakat.

Warga juga menagih janji Bupati Tebo yang sebelumnya disebut akan menurunkan personel kepolisian dan TNI untuk menjaga wilayah perbatasan yang menjadi titik rawan konflik antara Desa Punti Kalo dan Desa Teluk Langkap. Masyarakat berharap kehadiran aparat tidak hanya dilakukan saat terjadi penangkapan atau konflik, tetapi juga melalui pengawasan secara berkelanjutan sehingga aktivitas PETI dan potensi gesekan antar warga dapat dicegah.

Redaksi

Setengah Hati, Warga Puntikalo Tanya Ketegasan Aparat dan Pemda

 

Rakit Dompeng yang diamankan Warga Desa Puntikalo beberapa waktu lalu

TEBO - Kekesalan warga Desa Puntikalo sudah diatas ubun-ubun. Pasalnya belasan rakit dompeng yang sebelumnya beraktifitas di Desa Teluk Langkap kini mulai bergeser memasuki Desa Puntikalo.

Warga sudah tidak percaya ligi dengan penindakan hukum yang dilakukan oleh aparat. Aktifitas dompeng sudah semakin merajalela, pendangkalan dan hancurnya tebing sungai sudah sangat kronis.

" warga lah kesal nian, sekarang warga akan bertindak sendiri. kalau persoalan dompeng tidak pernah ditanggapai. akan kami tangkap dan bakar rakit yang berani masuk wilayah kami (puntikalo)," ujar Waga Puntikalo yang namanya tidak mau viral.

Selama ini perangkat desa dan warga Puntikalo sudah menahan sabar. Pasalnya beberapa kali giat mediasi namun kerap menemui jalan buntu atau no solution. "Koordinasi antar desa sudah dilakukan, tapi macam angin lalu be. Mako kini lah geram, gawe nih buat pening be' katanya lagi.

Sementara ini Desa Puntikalo berharap kepada Kades dan perangkat Desa Teluk Langkap untuk melakukan tindakan preventif kepada warganya. "Kades Teluk Langkap harus tegas, himbau warganya jangan berdompeng melewati batas desa," sebutnya.

Dirinya juga berharap kepada Pemkab Tebo dalam hal ini bupati untuk merespon aktifitas dompeng yang sudah meresahkan di desa-desa. "jadi kami mohon kepada bupati, kami menunggu janji bupati untuk menurunkan anggota polisi dan TNI di lokasi desa konflik,: kata warga pasca mediasi konflik dompeng di batas desa.

Redaksi S

23 September, 2026

Korban Cabul Oknum Guru SD di Tebo Enggan Masuk Sekolah

 

Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Very Prasetyawan

TEBO - Korban pencabulan oleh seorang oknum guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tebo enggan masuk sekolah. Pasalnya, sebut saja Bunga, hingga saat ini merasa trauma dan ketakutan atas tindakan pencabulan yang dilakukan seorang guru.

Oknum guru bejat tersebut informasinya sudah melakukan perbuatan cabul kesejumlah anak yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD).

Menurut keterangan dari beberapa sumber, dugaan tersebut melibatkan beberapa anak, di antaranya dua anak perempuan serta seorang anak laki-laki. Dugaan tersebut kini menjadi perhatian wali murid dan masyarakat setempat.

Salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, persoalan tersebut sudah diketahui oleh sejumlah warga di desa setempat. Bahkan, menurutnya, pernah dilakukan pertemuan di salah satu rumah untuk membahas persoalan tersebut. 

Warga tersebut berharap dugaan kasus ini segera ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian Resort (Polres) Tebo agar persoalan tersebut dapat diketahui kebenarannya melalui proses pemeriksaan yang sesuai dengan ketentuan hukum
.
“Harapan kami pihak kepolisian segera menindaklanjuti persoalan ini. Informasinya anak yang diduga menjadi korban juga sudah tidak bersekolah lagi,” ujar warga tersebut. 

Ia menambahkan, masyarakat meminta agar identitas anak yang diduga menjadi korban tetap dilindungi dan proses penanganannya dilakukan secara serius demi kepentingan serta keselamatan anak.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai dugaan tersebut, kepala sekolah SD yang bersangkutan membantah informasi tersebut. Kepala sekolah menyebutkan bahwa dugaan pelecehan sebagaimana yang disampaikan warga itu tidak benar.

Saat dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres Tebo AKP, Very Prasetiawan membenarkan, unit ppa sudah memeriksa korban. "Hari Jumat akan kita jadwalkan pemanggilan terhadap Kepsek dan guru, untuk diminta keterangan," ungkap Kasat saat ditemui di ruang kerjanya.

Redaksi

Pelayanan Perdana Pengisian BBM Avtur Pesawat Batik Air

 

Wabup Tebo  Hadiri  Pelayanan Perdana Pengisian Bahan Bakar Avtur

TEBO — Wakil Bupati Tebo menghadiri pelayanan perdana pengisian bahan bakar avtur untuk pesawat Batik Air yang dilaksanakan di Bandara Muara Bungo, Rabu (23/9).

Pelayanan perdana ini menjadi bagian dari dukungan terhadap operasional penerbangan Batik Air di Bandara Muara Bungo. Kehadiran layanan pengisian avtur turut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasional penerbangan serta pelayanan transportasi udara di wilayah sekitar.

Redaksi

22 September, 2026

Wabup Tebo Kukuhkan Forum Kepatuhan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

 

Wabup Hadiri dab Kukuh Forum Kepatuhan  Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

TEBO — Wakil Bupati Tebo menghadiri sekaligus mengukuhkan Forum Kepatuhan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kabupaten Tebo yang berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Tebo, Selasa (22/9).

Pengukuhan forum ini menjadi langkah untuk memperkuat koordinasi dan sinergi berbagai pihak dalam mendorong kepatuhan terhadap penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Tebo.

Melalui forum tersebut, diharapkan komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta pihak terkait dapat semakin kuat dalam meningkatkan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja.

Redaksi

Bupati Tebo Hadiri Pelantikan PC Muslimat NU Kabupaten Tebo Periode 2026–2031

 

Bupati Hadiri Pelantikan C Muslimat NU

TEBO — Bupati Tebo menghadiri Pelantikan Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tebo Periode 2026–2031 yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tebo, Selasa (22/9).

Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi Muslimat NU di Kabupaten Tebo, sekaligus mempererat sinergi dalam berbagai bidang kemasyarakatan, keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan keluarga.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan periode 2026–2031, diharapkan Muslimat NU Kabupaten Tebo dapat terus berkontribusi melalui program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung penguatan nilai keagamaan dan kehidupan sosial.

Redaksi

21 September, 2026

Penyataan Ansori Hasan Soal Tebo Mundur Gelar MTQ, Tak Diduga Point 3 Bikin Merinding

 

Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Ansori Hasan saat hadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi

JAMBI - Mundurnya Kabupaten Tebo menjadi Tuan Rumah pada penyelenggaran MTQ tingkat Provinsi tahun 2027, memancing rasa kecewa Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Ansori Hasan. Pasalnya pernyataan Kabupaten Tebo mundur dengan dalih keterbatasan anggaran dinilai Ansori terlalu terburu-buru. ini disampaikan dia pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi dihadapan Ketua dan anggota DPRD Provinsi Jambi, Gubernur serta jajarannya, Senin (21/9/26).

Berikut ini beberapa pernyataan Ansori Hasan yang sangat penting dan menyangkut harga diri, semangat, serta harapan masyarakat Kabupaten Tebo  diantaranya, Dirinya menyampaikan secara terbuka bahwa tidak setuju apabila Kabupaten Tebo mundur sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Jambi Tahun 2027. Amsori juga memahami bahwa penyelenggaraan MTQ membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

"Saya juga memahami kondisi fiskal daerah dan berbagai keterbatasan yang dihadapi pemerintah daerah.
Tetapi menurut saya, persoalan anggaran tidak seharusnya langsung menjadi alasan untuk menyerah dan membatalkan amanah sebagai tuan rumah.
Ketika Tebo ditetapkan sebagai tuan rumah, sesungguhnya yang diberikan bukan hanya sebuah acara. Yang diberikan adalah kepercayaan.
Kepercayaan dari Pemerintah Provinsi Jambi. Kepercayaan dari masyarakat Provinsi Jambi. Dan kepercayaan kepada masyarakat Kabupaten Tebo untuk menjadi tuan rumah bagi seluruh kafilah dari kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi," beber Ansori penuh haru.

Sebagai Anggota DPRD Provinsi Jambi dapil Bungo-Tebo diriinya khawatir apabila  mundur hanya karena persoalan anggaran, masyarakat akan melihat bahwa Tebo tidak mampu memegang amanah yang sudah diberikan.
Padahal dirinya yakin, masyarakat Tebo adalah masyarakat yang memiliki semangat gotong royong dan mampu menjadi tuan rumah yang baik.

"Bagi kami, MTQ bukan sekadar kegiatan seremonial. MTQ adalah bagian dari syiar Islam. MTQ adalah ruang untuk membangun generasi Qur’ani. MTQ juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Kabupaten Tebo kepada masyarakat Jambi dan daerah-daerah lainnya,"terang Ansori.

"karena itu, jangan kita melihat MTQ hanya dari berapa besar biaya yang harus dikeluarkan. Kita juga harus melihat nilai manfaat sosial, keagamaan, ekonomi, dan promosi daerah yang akan diperoleh Kabupaten Tebo. Pedagang akan mendapatkan manfaat. Pelaku UMKM akan mendapatkan kesempatan. Hotel, penginapan, rumah makan dan sektor transportasi akan bergerak," timpalnya.

Ansori juga paham bahwa pemerintah daerah memiliki pertimbangan kemampuan anggaran. Tetapi sebagai wakil rakyat, dirinya merasa perlu menyampaikan suara ini:

Kalau persoalannya adalah anggaran, mari kita cari jalan keluarnya. Jangan langsung mencari alasan untuk mundur.
Kalau kemampuan APBD Kabupaten Tebo terbatas, maka saya berharap Pemerintah Provinsi Jambi hadir.
Kalau masih kurang, mari kita bicara bersama. DPRD Provinsi Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Tebo, DPRD Kabupaten Tebo dan seluruh stakeholder harus duduk satu meja.
Kita hitung kebutuhan secara realistis," Ajaknya.

"Kita pangkas kegiatan yang tidak terlalu penting. Kita susun skala prioritas. Kita cari sumber pendanaan yang memungkinkan.
Dan yang paling penting, kita bangun semangat gotong royong.
Jujur pak Gubernur, saya tidak ingin Tebo Kehilangan Momentum  besar ini. Tebo sudah mendapatkan kepercayaan menjadi tuan rumah.
Maka yang harus kita pikirkan sekarang "Bagaimana caranya Tebo tetap menjadi tuan rumah dengan kemampuan anggaran yang kita miliki?” Imbuhnya lagi.

Ansori berharap Pemerintah Provinsi Jambi dapat mempertimbangkan dukungan anggaran melalui APBD Provinsi Jambi Tahun 2027 untuk membantu penyelenggaraan MTQ di Kabupaten Tebo. Selain itu kata dia, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dunia usaha, BUMN, BUMD dan seluruh masyarakat dapat mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.

Hal tersebut kata dia, bukan berarti seluruh beban harus ditanggung APBD. Ansori yakin persoalan ini bisa dilakukan dengan cara gotong royong. Kabupaten Tebo Harus Berani Menjadi Tuan Rumah. dirinya  percaya masyarakat Tebo tidak meminta sesuatu yang berlebihan. masyarakat Tebo hanya ingin membuktikan bahwa ketika diberi amanah, Tebo mampu menjadi tuan rumah yang baik.

"Kita mungkin tidak perlu membuat MTQ yang paling mewah.
Tetapi kita harus membuat MTQ yang paling berkesan, paling bersahabat, paling merakyat, dan paling terasa manfaatnya bagi masyarakat. Karena yang kita rayakan bukan kemewahan acaranya. Yang kita muliakan adalah Al-Qur’an. Oleh karena itu, melalui forum yang terhormat ini, saya meminta kepada Pemerintah Provinsi Jambi untuk tidak terburu-buru menerima keputusan Kabupaten Tebo untuk mundur sebagai tuan rumah MTQ Provinsi Jambi Tahun 2027," sebut Ansori penuh harap.

Penyataan penting sebagai penutup Ansori meminta agar bisa dicari solusi. dirinya mengajak stokeholder duduk bersama, hitung ulang.
sehingga diharapkan masih ada jalan, guna pertahankan Tebo sebagai tuan rumah.

Kalau ada masalah anggaran, kita cari anggarannya. Kalau ada kekurangan fasilitas, kita cari solusinya. Kalau ada keterbatasan kemampuan, kita gotong royong.
Tetapi jangan menyerah sebelum seluruh ikhtiar kita lakukan.
Semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua untuk mengambil keputusan terbaik bagi masyarakat Tebo dan Provinsi Jambi.

Redaksi

Bupati Tebo Hadiri Pelantikan DPD APPSI Kabupaten Tebo

Bupati dan Wabup Hadiri Pelantikan DPD APPSI

TEBO - Bupati Tebo didampingi Wakil Bupati Tebo menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Tebo yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tebo, Senin (21/9).

 Pelantikan ini menjadi momentum penguatan organisasi pedagang pasar sekaligus mempererat sinergi antara APPSI dengan Pemerintah Kabupaten Tebo dalam mendukung keberadaan dan pemberdayaan para pedagang. Keberadaan organisasi pedagang diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi dalam menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta berbagai masukan dari para pedagang kepada pemerintah daerah. 

Pemerintah Kabupaten Tebo terus mendorong terbangunnya kolaborasi dengan para pelaku usaha dan pedagang pasar untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang tertib, kondusif, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Wabup Tebo Hadiri Penutupan Open Turnamen Sepak Bola Teriti Cup 2026

 

Wabup Tebo Hadiri Penutupab Open Turnamen Teriti Cup 2026

TEBO — Wakil Bupati Tebo menghadiri penutupan Open Turnamen Sepak Bola Teriti Cup 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Garuda Putih, Desa Teriti, Senin (21/9).

Rangkaian turnamen yang mempertemukan para tim sepak bola tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga sekaligus mempererat silaturahmi antarpeserta dan masyarakat.

Penutupan turnamen berlangsung dalam suasana meriah dan penuh semangat sportivitas. Kegiatan seperti ini juga menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, menjaga kebugaran, serta membangun nilai kebersamaan melalui olahraga.

Pemerintah Kabupaten Tebo mengapresiasi terselenggaranya kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat dan berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang sebagai wadah pembinaan olahraga sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.

Redaksi

20 September, 2026

Presiden juga Pendidik

 

Bahren Nutdin (f/ist)

PRESIDEN (JUGA) PENDIDIK

Oleh: Bahren Nurdin

(Pengamat Sosial)

Di hadapan para mahasiswa baru, dalam perhelatan kuliah umum beberapa waktu lalu, Saya  sampaikakan satu hal yaitu: intelektual harus pandai menjaga tutur kata.

Seorang intelektual tidak hanya dinilai dari seberapa tinggi ilmunya. Ia juga dinilai dari bagaimana ia berbicara, bagaimana ia berbeda pendapat, dan bagaimana ia memperlakukan orang lain melalui kata-katanya.

Karena itu, saya cukup prihatin ketika mendengar kembali sejumlah diksi kasar yang keluar dari mulut Presiden Republik Indonesia dalam beberapa kesempatan. Terbaru, pada 18 September 2026 lalu, dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN), Presiden Prabowo Subianto menyebut, “saking pintarnya jadi gobl*k” ketika menyinggung sejumlah pakar yang mengkritik pemerintah.

Sebelumnya, publik juga pernah ramai dengan ungkapan “nd*smu etik” yang disampaikan Prabowo pada 2023. Ungkapan itu ketika itu dijelaskan sebagai kelakar dalam suasana internal dan oleh Prabowo disebut sebagai ungkapan yang biasa digunakan dalam percakapan orang Banyumas. Saya tidak sedang membahas apakah sebuah kata boleh atau tidak boleh digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Dalam ruang pertemanan, mungkin ada bahasa yang dianggap biasa. Tetapi ketika kata-kata itu keluar dari mulut seorang kepala negara dan disampaikan di hadapan publik, persoalannya menjadi berbeda. Presiden memang kepala negara dan kepala pemerintahan. Tetapi dalam pengertian sosial, seorang presiden juga merupakan pendidik.


Bukan karena presiden berdiri di depan kelas dan mengajar seperti guru atau dosen. Melainkan karena jutaan mata melihat, jutaan telinga mendengar, dan jutaan orang mengikuti apa yang disampaikan seorang presiden. Di situlah saya melihat tanggung jawab yang lebih besar. Anak-anak juga mendengar. Remaja juga menonton. Mahasiswa juga menyaksikan. Masyarakat melihat bagaimana seorang pemimpin berbicara ketika berbeda pendapat dengan orang lain. 

Maka pertanyaannya sederhana: bahasa seperti apa yang sedang kita ajarkan kepada generasi muda melalui bahasa para pemimpinnya?

Saya khawatir ada pesan yang keliru jika kata-kata kasar dari pejabat publik terus dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Anak-anak belajar bukan hanya dari buku pelajaran. Mereka juga belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar setiap hari. Apalagi sekarang satu potongan video dapat beredar ke jutaan orang hanya dalam hitungan menit.

Dulu sebuah ucapan mungkin berhenti di ruangan tempat ucapan itu disampaikan. Sekarang tidak. Ia direkam. Dipotong. Diunggah. Dibagikan. Diulang. Bahkan ketika orang yang mengucapkannya sudah selesai berbicara, kata-kata itu dapat terus hidup di media sosial.

Inilah yang membuat persoalan bahasa pejabat publik menjadi persoalan pendidikan sosial. Kita tentu tidak sedang menuntut pemimpin berbicara seperti membaca buku teks setiap saat. Presiden juga manusia. Presiden boleh bercanda. Presiden boleh tegas. Presiden boleh marah. Presiden juga boleh mengkritik. Tetapi tegas tidak harus kasar. Kritik tidak harus menjadi hinaan. Perbedaan pendapat tidak harus dibalas dengan merendahkan.

Justru di situlah kualitas kepemimpinan terlihat. Saya teringat kembali pada mahasiswa baru yang saya ajak berbicara beberapa waktu lalu. Saya mengatakan kepada mereka bahwa menjadi intelektual berarti belajar mengendalikan pikiran sekaligus bahasa. Kita boleh berbeda pendapat sekeras apa pun. Tetapi jangan kehilangan adab dalam menyampaikannya.

Karena itu, sebagai pendidik, saya tentu berharap para pemimpin negeri juga menunjukkan teladan yang sama. Bukan hanya presiden. Menteri, gubernur, bupati, wali kota, anggota DPR, kepala lembaga, bahkan pejabat di tingkat paling bawah sekalipun perlu menyadari bahwa setiap kata mereka mempunyai audiens dan setiap tindakan mereka mempunyai kemungkinan untuk ditiru.

Pejabat publik sesungguhnya memiliki panggung pendidikan yang jauh lebih besar daripada ruang kelas. Satu kalimat mereka bisa didengar oleh jutaan orang. Karena itu, saya tidak sedang meminta pejabat menjadi manusia yang sempurna.

Saya hanya berharap mereka menyadari satu hal: ketika seseorang menjadi pemimpin, kata-katanya tidak lagi sepenuhnya menjadi miliknya sendiri. Ada masyarakat yang mendengarnya. Ada anak-anak yang merekamnya. Ada generasi muda yang mungkin menjadikannya contoh. Dan ada masa depan yang sedang belajar dari apa yang kita pertontonkan hari ini. 

Kita sedang berbicara tentang pembangunan manusia. Kita sedang berbicara tentang pendidikan karakter. Kita sedang berbicara tentang generasi emas. Tetapi pembangunan karakter tidak hanya terjadi di sekolah dan universitas. Ia juga terjadi di rumah, di jalan, di televisi, dan di ruang digital. Termasuk dari mulut para pemimpin.

Karena itu, mungkin sudah saatnya kita melihat jabatan publik bukan hanya sebagai kekuasaan untuk membuat kebijakan, tetapi juga sebagai tanggung jawab untuk memberi teladan. Presiden adalah kepala negara. Tetapi jangan lupa dalam kehidupan sosial, presiden juga seorang pendidik. Dan seorang pendidik tidak hanya mengajarkan apa yang harus dilakukan. Ia juga mengajarkan melalui apa yang ia ucapkan dan bagaimana ia bersikap.

Redsksi

Edukasi

Politik

Teknologi