Portal Media Online : insiden
Tampilkan postingan dengan label insiden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label insiden. Tampilkan semua postingan

24 Agustus, 2026

Polisi Buru Oknum Pembakar Truk Sembako di Mangupeh Tengil

 

Truk bermuatan sembako jadi sasaran amuk massa

TEBO - Insiden kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Desa Mangupeh, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Sabtu (22/8/2026), berujung pada aksi pembakaran terhadap sebuah truk bermuatan sembako.

Peristiwa tersebut tidak hanya menyisakan persoalan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga memunculkan persoalan hukum baru. Sebab, kendaraan truk yang terlibat kecelakaan diduga dibakar oleh oknum dari massa setelah pengemudinya meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri dari amukan warga.

Kepolisian kini dituntut untuk mengusut tuntas siapa saja yang terlibat dalam aksi pembakaran tersebut.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Truk bermuatan sembako diketahui melaju dari arah Jambi menuju Tebo. Dari arah berlawanan, datang seorang pengendara sepeda motor yang melaju dari arah Tebo menuju Jambi.

Tabrakan antara kedua kendaraan tersebut terjadi di wilayah Desa Mangupeh. Pengendara sepeda motor diduga meninggal dunia di lokasi kejadian akibat kerasnya benturan.

Situasi kemudian memanas. Sopir truk yang kuatir menjadi sasaran amukan massa memilih meninggalkan kendaraannya dan menuju Polsek Tengah Ilir untuk menyelamatkan diri.

Tak lama berselang, truk yang ditinggalkan di lokasi kecelakaan tersebut diduga dibakar oleh oknum massa.

Kapolsek Tengah Ilir AKP Dedi Tanto Manurung membenarkan adanya kecelakaan lalu lintas tersebut. Menurutnya, berdasarkan keterangan awal dari sopir, kendaraan melaju dari arah Jambi menuju Tebo, sementara sepeda motor datang dari arah berlawanan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Rimhot Nainggolan menegaskan bahwa pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan terhadap dugaan pembakaran kendaraan tersebut.

Polisi akan menelusuri siapa saja yang berada di lokasi saat kejadian, mengumpulkan keterangan para saksi, memeriksa bukti-bukti yang ada serta mendalami rekaman maupun dokumentasi yang dapat membantu mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat.

“Peristiwa kecelakaan merupakan satu perkara. Namun apabila benar terjadi pembakaran terhadap kendaraan, maka tindakan tersebut merupakan perkara lain yang juga harus diusut,” tegasnya.

Kepolisian tidak ingin aksi massa tersebut berhenti sebatas kerusakan kendaraan. Jika ditemukan adanya unsur kesengajaan dan bukti yang cukup, pihak yang terlibat dalam pembakaran dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai proses hukum yang berlaku.

Kini fokus penyelidikan bukan hanya mencari tahu penyebab kecelakaan, tetapi juga mengungkap siapa pelaku pembakaran truk tersebut. Polisi diharapkan segera mengidentifikasi dan memproses pihak-pihak yang terbukti melakukan tindakan tersebut.

Akibat kecelakaan dan insiden pembakaran, arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat mengalami kemacetan. Namun setelah proses penanganan dilakukan, situasi lalu lintas berangsur kembali normal.

Kasus kecelakaan sendiri ditangani oleh Satlantas Polres Tebo untuk proses penyelidikan lebih lanjut, sementara dugaan aksi pembakaran menjadi bagian yang turut didalami aparat kepolisian.

Redaksi

23 Agustus, 2026

Tabrak Pemotor, Truk Sembako Ludes Dibakar Massa

 

Truk sembako dibakar massa usai tabrak pemotor hingga MD

TEBO - Satu unit truk yang mengangkut sembako, diduga di bakar massa. Tepatnya di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), di Desa Mengupeh, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo. Pada Sabtu (22/08/2026).

Kapolsek Tengah Ilir AKP Dedi Tanto Manurung mengatakan, dari keterangan sopir truk. Ia datang dari arah Jambi hendak ke Tebo. Sedangkan dari arah sebaliknya, pengendara roda dua.

"Truk datang dari arah Jambi menuju Tebo, sedangkan dari arah sebaliknya datang sepeda motor. Kerasnya hantaman membuat pengendara sepeda motor terpental, dan meninggal dunia," ungkapnya.

Khawatir akan di amuk massa, sopir truk menumpang sepeda motor yang melintas ke arah Jambi. Untuk menyelamatkan diri, dengan melapor ke Polsek Tengah Ilir.

Sedangkan, pihak kepolisian meminta bantuan ke Pos Damkar Tebo Ilir. Untuk memadamkan api di truk tersebut. Perkara ini, telah ditangani pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tebo.

Redaksi

17 Agustus, 2026

Polsek Panggil Pihak BRI dan Tetangga Korban Penipuan oleh Oknum ASN DLHP Tebo

 

Kanit Reskrim Polsek Tebo Tengah, Ipda Eldian

TEBO - Pemyidik Reskrim Polsek Tebo Tengah terus mengali keterangan dari para saksi yakni pihak BRI Cab Rokan Ulu dan saksi tetangga korban  penipuan. Ini di sampaikan Eldian Kanit Reskrim Polsek Tebo Tengah pasca dilayangkan pemanggiran kepada para saksi.

"jadwalnya kita panggil dalam minggu ini kalau tidak salah tanggal 20an. Saksi dari pihak BRI Cab Rokan Ulu dan saksi tetangga pelapor. mereka domisili di Rokan Ulu," kata Eldian meyakini.

Sambung Eldian pihak Bank BRI sudah terkondirmasi bahwa pada pemanggilan nanti bisa hadir untuk dimintai keterangan. Artinya penyidik hanya meminta bukti rekening koran dan meilhat apakah ada transaksi antara korban dan oknum ASN DLHP Tebo. Pasalnya kata Kanit korban salah satu nasabah bank BRI Cab Rokan Ulu.

Sementara untuk saksi kedua diakui Kanit sebagai tetangga korban yang menghubungkan korban dan oknum ASN DLHP Tebo. "Saksi ini juga dijadwalkan akan dipanggil minggu ini," sebut Kanit.

Disinggung soal apakah terlapor atau oknum ASN DLHP Tebo sudah dataang memenuhi panggilan, Kanit bilang sejak panggilan dilayangkan yang bersangkutan manggkir tidak datang. "ini bakal kita lakukan pemanggilan ulang untuk terlapor. jadwalnya diperkirakan setelah pemanggilan saksi dari BRI dan tetangga korban," katanya.

Diberitakan sebelumnya  EW Oknum ASN DLHP Tebo melakukan penipuan terhadap korban S dan F dengan modus menjanjikan pekerjaan di lingkup pemkab Tebo. Korban diminta untuk menyetorkan sejumlah uang kepada oknum EW sebesar Rp 80 juta sebagai persyaratan admianistasi.

Redaksi

13 Agustus, 2026

Minta Polisi Tetapkan Manajemen PT Makin Grup dan ABK Ponton jadi Tersangka

Penyidik Polsek Tebo Ilir Olah TKP pasca insiden truk dan beko loader jatuh ke sungai

TEBO - Dugaan kelalaian dalam insiden jatuhnya satu unit truk dan satu unit alat berat jenis beko loader milik PT Makin Group ke Sungai Batanghari pada Minggu (9/8/2026) masih menjadi tanda tanya  publik . Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang operator meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Tebo Ilir, Ipda Priadi, mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan sudah mengejar perkara, dan sejauh ini mencari saksi yang mengetahui maupun berada di lokasi kejadian. “Untuk saat ini kita masih mengambil keterangan terhadap saksi,” ujarnya.

Menurutnya, penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, masih mendalami proses. Selain pemeriksaan saksi, pihak kepolisian juga masih melakukan proses evakuasi terhadap kendaraan truk dan beko loader yang jatuh ke sungai.

Selain kanit reskrim polsek tebo ilir " Warga juga  menilai Insiden tersebut menjadi perhatian publik karena selain menyebabkan kerugian material, satu orang operator dilaporkan meninggal dunia. Terlihat saat ini Polisi masih mengumpulkan keterangan dan fakta di lapangan untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya kedua kendaraan serta pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menetapkan manajemen PT Makin Group maupun ABK kapal tongkang penyeberangan sebagai tersangka terkait dugaan kelalaian dalam menjalankan tugas dan bekerja.

Terpisah Ketua Pekat IB Tebo, Romy Hafizon ikut menyoroti insiden truk dan beko loader yang jatuh ke sungai Batanghari tepatnya di dermaga PT Makin Grup, pada Minggu (9/8/26).

Romy bilang, jika insiden tersebut dianggap suatu kelalaian maka ada banyak sanksi bagi perusahaan yg tidak menerapkan SOP keselamatan bagi pekerjanya dari sangsi administratif, denda bahkan kurungan 

"Jika terbukti hal tersebut merupakan pembiaran tentu ada sangsi berat seperti penyetopan izin operasi,"pungkas Romy.


Redaksi

10 Agustus, 2026

Truk dan Beko Loader Terjun ke Sungai Batanghari, 1 Orang MD

 

Insiden terguling truk dan beko loader hingga terjun ke sungai Batanghari, Minggu (9/8/2026)

TEBO - Diduga terlalu berat beban yang diangkutnya hingga tak kuat menanjak, satu unit mobil truk dan 1 unit alat berat jenis Beko Loader yang berupaya mendorong ikut terguling dan meluncur ke sungai Batanghari.

Peristiwa tersebut di benarkan oleh Camat Tebo Ilir, Yanto saat di hubungi melalui sambungan telpon, Minggu 9 Agustus 2026.

Camat Tebo Ilir, Yanto, mengatakan, menurut laporan masyarakat, kronologi peristiwa tersebut terjadi pada Minggu sekitar pukul 11.30 Wib, alat berat jenis Beko Loader membantu mobil truk bermuatan tersebut sedang terjadi trouble atau Patah As di Dermaga penyeberangan ponton.

Namun naas, ketika Beko Loader tersebut berupaya mendorong truk justru tidak kuat menahan karena terlalu berat muatan sehingga keduanya terjatuh ke dermaga PT Makin Grup.

"Satu orang dikabarkan meninggal di tempat, korban atas nama Edi Sopan, karyawan PPKS Rengas Makin Grup," ujar Camat Yanto.

Redaksi

30 Juli, 2026

Luput dari Pengawasan, Pelansir Menumpah Tutup Jalan SPBU Pal 10

 

Pelansir menggila tutupi badan jalan lintas Km 10 Tebo Bungo

TEBO - Aktifitas pelansir setiap pagi di SPBU Pal Km 10 lintas Tebo Bungo sepertinya makin menggila. Tak tanggung-tanggung para pelansir berbaris menumpah tutup jalan layaknya pawai karnaval.

Pemandangan tersebut kerap terjadi pada jam-jam sibuk terutama pagi hari. Bukan saja menganggu arus lalu lintas tapi sudah merusak setiap mata yang mandang. Hal tersebut jadi sorotan warga Tebo yang ingin melintas ataupun mengisi BBM.

Jufri warga Tebo Km 12 mengatakan dirinya sudah sering menjumpai aktifitas menumpahnya kendaraan pelansir. Dirinya semula ingin mengisi BBM tapi melihat antrian yang sudah melapaui akal sehat akhirnya mengurungkan diri. 

Terpakso sayo cari minyak ketemgan (red"kaki lima). sekarang nak makso isi minyak di Pom tengoklah pom lah serupo  terminal. nak masuk nian dak dapat, apolagi nak dapat minyak," ketusnya.

Jufri menilai Pihak SPBU sudah offside dalam membuka pelayanan BBM. Pasalnya mulai dari bahu jalan hingga kedalam isinya kendaran pelansir jenis mobil odonh-odong (red"minibus).

"pokoknyo asal tetengok panther kijang, Hiline ha lah tu. pasti dak salah gi orang tu ngabek solar," kata Jufri meyakini.

Jufri meminta kiranya aparat cepat tanggap atasi oknum pelansir yang sudah meresahkan masyarakat yang butuh BBM. "tolong pak Kapolres dan Kapolsek tindak tegas pengelolah dan pelansir yang sudah menyalahi aturan dan UU Migas " pintanya.

Redaksi

11 Juli, 2026

Nakal, SPBU Pal 10 Layani Pelansir BBM Subsidi jenis Solar

 

Sebuah Minibus jenis Phanter berisikan galon sedang melansir BBM subsidi jenis solar di SPBU KM 10 Tebo, Sabtu (11/7/26)

TEBO - Praktik ilegal prenimbunan BBM subsidi jenis solar di SPBU Pal 10 Kab Tebo kian marak terjadi. Pemandangan ini sudah terjadi sejak dua pekan terakhir ini. Para pelansir terlihat ugal-ugalan mengisi BBM subsidi ilegal tanpa ada rasa risih sedikitpun. 

Padahal lokasi SPBU berada di tepi jalan lintas Tebo Bungo Km 10. Tapi pemgelolah SPBU sepertinya tidak menghiraukan lagi jika praktik ilegal dalam hal angkutan BBM bersubsidi sudah menyalahi UU Migas.

pantauan media di lokasi SPBU pal 10 terhihat puluhan antrian mobil dengan beragam model dan sduah dimodifikasi menunggu giliran untuk mendapatkan BBM subsidi jenis solar. Parahnya lagi mobil-monil jenis minibus tersebut tidak memiliki plat mobil. ini sengaja dilakukan untuk menghilangkan identitas kendaraan. 

untuk satu jenis minibus bisa menampung 10 hingga 15 galon berisikan BBM solar. Bahkan untuk satu unit mobil bisa dilakukan berulang-ulang dengan jarak waktu antara 15 hingga 20 menit. Jika dalam satu hari saja ada puluhan unit mobil yang mengambil jatah BBM subsido solar bisa dipastikan suplai solar yang harus disiapkaan pihak SPBU untuk pelansir sebanyak 2 hingga 3 ton BBM jenis solar.

Hingga berita ini diturunkan pihak manager SPBU pal 10 belum menanggapi konfirmasi yang dikirim melalui pesan whatsup.

Redaksi






06 Juli, 2026

Pecah Ban dan Oleng Al Hijrah Hantam Minibus di Km 12 Tebo

Kondisi minibus ringsek pasca dihamtam Al Hijrah, Senin (6/7/26)

TEBO - Kecelakaan hebat terjadi di Jalan Lintas Tebo–Bungo, Jambi, tepatnya di depan gerbang perkantoran Bupati Tebo, pada Senin (06/07/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Insiden tersebut melibatkan sebuah bus dan dua kendaraan yang sedang terparkir di lokasi kejadian.

Menurut keterangan sopir Bus Al Hijrah bernama Boby dengan nomor polisi BA 7019 WBU, bus yang dikemudikannya tengah dalam perjalanan dari Jakarta menuju Padang. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi secara tiba-tiba akibat ban depan sebelah kiri pecah.

Akibat pecah ban tersebut, kendaraan kehilangan kendali dan langsung membanting ke arah kiri. Bus kemudian menabrak pembatas jalan (trotoar) sebelum menghantam dua mobil yang sedang terparkir di pinggir jalan.

Salah satu pemilik kendaraan yang menjadi korban, Sri Erawati, warga Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay, mengungkapkan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di lokasi untuk sarapan dan hendak membayar pajak kendaraan. Mobil miliknya dengan nomor polisi BH 1464 WH mengalami kerusakan setelah dihantam bus.

Selain itu, Sipendri yang merupakan anggota DPRD Tebo juga menyampaikan bahwa mobil miliknya turut menjadi korban dalam kejadian tersebut. Saat ini, seluruh kendaraan yang terlibat telah dievakuasi oleh pihak Satlantas Polres Tebo untuk penanganan lebih lanjut.

Redaksi

08 Januari, 2025

Diduga Tilap Dana Desa, Warga Tuntut Kades Sungai Rambai Dipecat

 

Aksi warga Sungai Rambai menyegel kantor Desa Sungai Rambai. Warga menuntut Kades Sungai Rambai Dipecat

TEBO - Puluhan masyarakat Desa Sungai Rambai, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, mendatangi kantor desa pada Selasa, 7 Januari 2025. Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan tuntutan dan menyegel kantor desa sebagai bentuk protes. Warga meminta agar kepala desa diberhentikan dari jabatannya.

Dalam aksi tersebut, warga memasang spanduk yang berisi tuntutan. Isi spanduk menyatakan bahwa kantor Desa Sungai Rambai disegel atau ditutup mulai tanggal 7 Januari 2025 hingga tuntutan masyarakat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang diajukan pada 30 Oktober 2024 lalu dipenuhi.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa tuntutan mereka berfokus pada dugaan ketidakterbukaan dalam pengelolaan dana desa. "Penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD), DBHP Provinsi, dan SILPA tidak transparan," ungkapnya.

Warga juga mengungkapkan adanya temuan dari Inspektorat Kabupaten Tebo pada tahun 2021 terkait anggaran DD yang penggunaannya tidak jelas. Selain itu, kepala desa diduga sering menyalahgunakan wewenang, baik dalam administrasi maupun kebijakan, serta menunjukkan sikap pilih kasih terhadap masyarakat.

Dalam aksi tersebut, warga mengajukan delapan poin tuntutan yang harus dipenuhi. Salah satu tuntutan utama adalah meminta pemeriksaan terhadap kepala desa. "Jika terbukti bersalah, kami meminta kepala desa segera mengundurkan diri dari jabatannya," tegas salah satu warga.

Aksi protes ini tidak sampai pada penyegelan kantor desa karena pihak kepolisian dan Camat Tebo Ulu hadir di lokasi untuk meredam situasi. Namun, warga menegaskan akan terus melanjutkan aksi protes hingga tuntutan mereka terpenuhi.

"Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan terus melakukan aksi ini. Kami ingin kepala desa diperiksa dan jika terbukti bersalah, dia harus mundur," tambah warga tersebut. Kejadian ini menjadi perhatian besar, baik dari masyarakat maupun pihak pemerintah daerah.

Redaksi

24 April, 2023

Longsor di Desa Kunangan, Aspan Langsung Turunkan Alat Berat

 

Longsor di Desa Kunangan, Aspan langsung turunkan alat berat

TEBO - Akibat di guyur hujan, jalan yang menghubungkan Kelurahan Sungai Bengkal menuju Desa Kunangan Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo, tertutup longsoran tanah, Sabtu (22/04/2023) malam tadi.

Hal tersebut dibenarkan oleh Camat Tebo Ilir Habibi, bahwa informasi yang di dapat tadi pagi, jalan penghubung Desa Kunangan ke Kelurahan Sungai Bengkal tertutup timbunan tanah sehingga tidak bisa dilalui, Minggu (23/4/2023).

Kejadian ini dikatakan Habibi, tadi pagi sudah langsung di laporkan ke Pj Bupati Tebo untuk ditindaklanjuti dan sudah di respon dengan mendisposisikan dinas PUPR. 

"Saat ini alat berat sudah turun mengevakuasi reruntuhan tanah dan mungkin sore ini jalan sudah bisa dilalui oleh kendaraan,"katanya.

Terkait hal ini Pj Bupati Tebo Aspan mengatakan, akibat tingginya curah hujan tadi malam di Kabupaten Tebo, di Kecamatan Tebo Ilir terjadi bencana alam longsor di desa Kunangan.

Dan akibat bencana alam ini, jalan yang menghubungkan desa Kunangan ke Kelurahan Sungai Bengkal terputus," terang Aspan.

" Mendapat laporan dari masyarakat setempat dan Camat, kita langsung berkoordinasi dan memerintahkan dinas PUPR untuk segera menurunkan alat berat untuk membersihkan longsoran yang menimbun pada badan jalan," terang Aspan.

"Sekitar pukul 16.00 Wib sore tadi jalan Desa Kunangan tersebut sudah berfungsi kembali," timpal Aspan.

Kami berterimakasih kepada dinas PUPR yang tanggap merespon apa yang telah di instruksikan dan mudah-mudahan hal-hal seperti ini dapat terus terjaga, "ucapnya singkat.

Redaksi

27 Januari, 2023

Sangat Terisolir, Butuh Perjuangan Bagi Santi Tiba di Rumah

Santai warga Simetanti Desa Talang Mamak, Kec Sumay saat di tandu menuju ke rumah, Jumat (27/1/2023), (f/ist)

TEBO- Kondisi Santi warga Semeranti Desa Talang Mamak Kec Sumay yang mendapat perawatan di RSUD Tebo pasca melahirkan berangsur baik. Bahkan Santi dikabarkan sudah diperbolehkan pulang kerumahnya.


Yang menariknya ketika Santi hendak pulang ke rumahnya, Santi kembali di tandu menggunakan kain dan bambu. 

Pantauan di lapangan, warga dibantu Bhabinkamtibmas Polres Tebo menggotong tandu menuju ke rumah nya melewati jalan yang rusak parah, tanpa aspal dan berlumpur akibat diguyur hujan beberapa waktu yang lalu. 

Walaupun lumpur setinggi mata kaki, tak menyurutkan semangat warga untuk membawa Santi pulang ke rumahnya.

Warga dibantu Bhabinkamtibmas terlihat hati-hati menggotong tandu, pasalnya Santi pasca melakukan perawatan dirumah sakit. 

Jumat pagi  (27/1/2023) sekira pukul 10.00 WIB dari Km 26 menuju Km 29 mengunakan mobil PT ABT, selanjut pukul 13.00 WIB berangkat dari Km 29 menuju Km 33 jalan kaki karena jalan tersebut tidak bisa dilintasi kendaraan. 

Dari Km 29-33 warga dibantu Bhabinkamtibmas menggotong tandu kurang lebih 3 jam perjalanan. Berangkat dari Km 29 sekira pukul 13.00 tiba di Km 33 sekira pukul 15.00 WIB. 

Selain ditandu Bhabinkamtibmas sedang memberi sembako kepada keluarga Santi yang mana baru saja mendapat musibah. 

Bahrudin (Suami Santi) mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bhabinkamtibmas dan warga sekitar, yang sudah membantu mengantarkan dan ikut menggotong tandu ke KM 33. 

Selain itu dirinya juga mengucapkan kepada Bhabinkamtibmas Bripka Frengki W.P memberi bantuan sembako. 

Kata dia, hingga saat ini Santi dalam pemulihan setelah persalinan. 

Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega saat dikonfirmasikan Jumat (26/1/2023) membeberkan adanya bhabinkamtibmas yang ikut menggotong tandu sekaligus memberikan bantuan sembako.

"Iya Bhabinkamtibmas Bripka Frengki W.P ikut membantu menggotong tandu sekaligus memberi sembako ke korban," ungkapnya 

Redaksi

26 Januari, 2023

Akibat Konsleting, Warga dan Petugas Damkar Pontang Panting Padamkan Api

Warga dan petugas, bahu mbahu padamkan akibat, (f/ist)

TEBO- Diduga terjadi korsleting listrik, Rumah Fadli, Warga Jalan 7 Kelurahan Wirotho Agung, Kecamatan Rimbo Bujang, nyaris ludes terbakar. 

Beruntung, Lokasi rumah warga yang tidak terlalu jauh dari Pos Damkar Rimbo Bujang sehingga Api dengan cepat dapat dipadamkan oleh Regu Pemadam. 

Komandan Regu Pemadam Kebakaran Pos Rimbo Bujang Tanjung Sasongko mengungkapkan, api dapat cepat dipadamkan sehingga belum menjalar keseluruh bagian rumah. 

" Api berhasil kami lokalisir dan dipadamkan sehingga tidak menjalar keseluruh bagian rumah, " Terang Tanjung Sasongko

Dikatakan Tanjung Sasongko, tidak ada korban jiwa dan Kerugian korban ditaksir mencapai Satu Juta Rupiah.

Redaksi

25 Januari, 2023

Tanah Landasan Amblas, Bronjong Terancam Ambrol

 

Bronjong di Desa Teluk Rendah Ulu terancam ambrol, (f/ist)

TEBO - Tanah Landasan sepanjang 30 meter diatas kontruksi Bronjong yang berada di Desa Teluk Rendah Ulu mulai amblas dan berongga. Akibatnya bronjong yang baru saja dibangun menggunakan APBD Tebo tahun 2022, di Desa Teluk Rendah Ulu terancam ambrol. 

Pantauan di lokasi, tanah landasan di sekitar bronjong sepanjang 30 meter yang  menelan anggaran 390 juta ini, terlihat turun dan berongga. Kondisi ini salah satunya disebabkan tingginya curah hujan akhir-akhir ini. 

Terkait kondisi ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Tebo, Hendry Nora mengaku sudah menerima laporan ini. 

"Memang benar terjadi penurunan landasan di bronjong tersebut, dan kita dapat laporan langsung dari masyarakat," sebut Hendry Nora. 

Dikatakan Hendry, menyikapi hal ini dirinya sudah menginstruksikan Kabid Bina Marga untuk menyampaikan dan meneruskan ke rekanan yang mengerjakan proyek tersebut. 

"Proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan rekanan, dan melalui kabid BM kita sudah instruksikan untuk segera diperbaiki," lanjutnya. 

Ditambahkannya, saat ini atau saat laporan diterima, pihak PUPR Tebo sudah mengecek, dan didapati secara konstruksi masih aman, tetapi apabila tidak cepat diperbaiki dikhawatirkan bronjong ini benar benar ambrol.

Redaksi

Jalan Kaki 4 Jam ke Puskesmas, Warga Talang Mamak Gotong Ibu Melahirkan

 

Warga Talang Mamak gotong ibu melahirkan gunakan tandu, (f/ist)

TEBO - Santi warga Dusun Semerantihan Talang Mamak Desa Suo Suo Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo harus digotong warga secara bergantian mengunakan kain sarung. 

Pasalnya, pasca melahirkan plasenta atau ari ari bayi masih tertinggal dalam perutnya, sebab itu Santi terpaksa digotong dengan waktu 4 jam ke Puskesmas Suo Suo. 

"Istri sayo melahirkan, tapi kakak bayi dak keluar, kareno mobil dak ado jalan pun buruk, istri sayo terpakso digotong bersamo keluargo dan dibantu wargo jalan kaki menuju puskesmas suo suo," ungkap Sahrudin suaminya. 

Lanjutnya, setelah sampai di puskesmas ternyata terkendala emergency pendarahan, kemudian akhirnya dirujuk langsung ke RSUD STS Tebo. "Kini kami di rumah sakit Tebo kareno di Puskesmas dak biso," ujarnya. Selasa (24/1/2023). 

Ia menceritakan, pada saat perjalanan dari dusun Semerantihan, ia bersama keluarga mengunakan tandu darurat dengan kain dan kayu. 

Pengorbanan dari jarak tempuh yang lumayan jauh dan memakan waktu 4 jam dari dusunnya menuju puskesmas. 

Dari Senin (23/1) sore berangkat terkendala hujan, dan melanjutkan perjalanan sekira pukul 21.00 Wib dari Kilometer 33 Dusun Semerantihan sampai di Kilometer 26 pada pukul 01.00 Wib dinihari. 

"Sore kito berangkat, ternyato hujan, jam 9 malam dari kilometer 33 sampai 26 selama 4 jam Perjalanan," tutur Sahrudin.

Sementara itu, Direktur RSUD Tebo, dr. Oktavienni membenarkan hal tersebut, saat ini pasien tengah dilakukan perawatan medis. 

"Kondisi pasien sudah dilakukan penanganan dengan manual plasenta oleh dokter spesialis, dimana ari ari bayi atau plasenta diambil secara manual, saat ini pasien sedang di rawat di ruang kebidanan," ungkapnya. 

Lanjutnya, pasien sempat kekurangan darah sebanyak 2 kantong, namun kebutuhan darah sudah dipenuhi. "Kebutuhan darah sudah didapatkan keluarga, kondisi pasien saat ini berangsur membaik," pungkasnya. 

Redaksi

22 Desember, 2022

Buruh Sawit Tewas Kecelakaan Kerja, Begini Tanggapan Humas PT PTPN VI Rimdu

 

PT PTPN VI Rimdu Dua, (f/ist)

TEBO - Buruh panen sawit Wiwin (40) yang meninggal dalam kecelakaan kerja mendapat respon cepat dari pihak PT PTPN VI Rimdu. Berikut penjelasan, Sumardi, Humas PT  PTPN VI Rimdu Rimbo Ilir menjelaskan tentang karyawan yang meninggal pas kerja, pada Selasa (20/12) lalu yang bekerja di bagian pemanenan sawit.

Sebelumnya Ketua Umum Dewan Pimpinan Kongres Serikat Pekerja Kabupaten Tebo FSPSI (DP KSP.KT-FSPSI), Eko Pramuna menjelaskan buruh panen sawit PT PTPN VI Rimdu yang meninggal bernama Wiwin (40), warga Dhamasraya

Lebih lanjut Sumardi kepada kliktebo.net menjelaskan, pasca kecelakaan kerja yang menimpa buruhnya sudah di laporkan ke pihak Wasnaker, dan pihak BPJS Ketenagakerjaan. Demikian dengan peristiwa kejadian, informasinya sudah disampaikan ke pihak kepolisian.

Selain proses penyelesaian pasca meninggalnya buruh, pihaknya juga kata Sumardi bakal menyiapkan segala hak-haknya kepada keluarga korban hingga tuntas.

“Pastinya perusahaan bakal memberikan santunan kepada ahli waris keluarga korban. Demikian juga serikat pekerja termasuk hak-haknya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Sumardi meyakini.

Mengenai kronologi dan penyebab kematian buruh panen sawit Sumardi hanya mengatakan sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek terdekat untuk dilakukan penyelidikan.

"Hasil penyelidikan polisi dugaan sementara korban murni kecelakaan kerja," kata Sumardi lagi.

Menurut Sumardi, saat kejadian istri korban langsung yang melihat peristiwa tersebut. Mendapat laporan dari istri korban pihaknya langsung membawa korban ke Puskesmas terdekat.

" Namun tiba di Puskesmas, dokter mengatakan korban sudah meninggal dunia," terang Sumardi meyakini.

Diberitakan sebelumnya Nasib naas menimpa buruh pekerja PT Perkebunan Nusantara VI Unit Usaha Rimbo Dua (PTPN VI Unit Rimdu).  Buruh Sawit diketahui Wiwin (40) warga Dhamasraya tewas setelah mengalami kecelakaan kerja, pada Selasa (20/12).

Wiwin diketahui tewas pasca alat panen (egrek) menancap mengenai lehernya. Hal ini dibenarkan oleh Eko Pramuna Putra, Ketua Umum Dewan Pimpinan Kongres Serikat Pekerja Kabupaten Tebo FSPSI (DP KSP.KT-FSPSI).

Kepada media Eko biasa disapa menuturkan, terkait kejadian kecelakaan kerja di PTPN VI Unit Rimdu sangat mengecam adanya kecelakaan kerja tersebut. Dimana lanjut Eko kejadian yang terjadi luput dari pengawasan pihak PTPN VI Rimdu. 

"Mestinya mereka (PTPN VI'red) menjadi contoh sebagai Perusahaan milik Negara dalam keselamatan kerja," ketus Eko.

Eko bilang pihaknya mendapat informasi oleh rekan Pekerja di sana (PTPN VI Unit Rimdu) yang ada di lapangan. Bahwa kata Eko telah terjadi kecelakaan kerja dengan dalam afdelinh area perkebunan milik PTPN VI Rimdu.

Sementara kata Eko, kejadian bermula saat pekerja yakni Wiwin pada saat bekerja memanen sawit, peralatan berupa egrek yang digunakan Wiwin tersebut terjatuh dan mengalami bengkok. Saat Wiwin memperbaiki egrek tersebut dengan cara meluruskannya, egrek tersebut patah.

"Kemudian pisau egrek tersebut patah lalu mengenai leher dan mengakibatkan hilangnya nyawa dari Saudara Wiwin.” Jelas Eko.

Redaksi



Buruh Sawit PTPN VI Unit Rimdu Tewas Kecelakaan Kerja

 

Ilustrasi (f/ist)

TEBO - Nasib naas menimpa buruh pekerja PT Perkebunan Nusantara VI Unit Usaha Rimbo Dua (PTPN VI Unit Rimdu).  Buruh Sawit diketahui Wiwin warga Dhamasraya tewas setelah mengalami kecelakaan kerja, pada Selasa (20/12).

Wiwin diketahui tewas pasca alat panen (egrek) menancap mengenai lehernya. Hal ini dibenarkan oleh Eko Pramuna Putra, Ketua Umum Dewan Pimpinan Kongres Serikat Pekerja Kabupaten Tebo FSPSI (DP KSP.KT-FSPSI).

Kepada media Eko biasa disapa menuturkan, terkait kejadian kecelakaan kerja di PTPN VI Unit Rimdu sangat mengecam adanya kecelakaan kerja tersebut. Dimana lanjut Eko kejadian yang terjadi luput dari pengawasan pihak PTPN VI Rimdu. 

"Mestinya mereka (PTPN VI'red) menjadi contoh sebagai Perusahaan milik Negara dalam keselamatan kerja," ketus Eko.

Eko bilang pihaknya mendapat informasi oleh rekan Pekerja di sana (PTPN VI Unit Rimdu) yang ada di lapangan. Bahwa kata Eko telah terjadi kecelakaan kerja dengan dalam afdelinh area perkebunan milik PTPN VI Rimdu.

Sementara kata Eko, kejadian bermula saat pekerja yakni Wiwin pada saat bekerja memanen sawit, peralatan berupa egrek yang digunakan Wiwin tersebut terjatuh dan mengalami bengkok. Saat Wiwin memperbaiki egrek tersebut dengan cara meluruskannya, egrek tersebut patah.

"Kemudian pisau egrek tersebut patah lalu mengenai leher dan mengakibatkan hilangnya nyawa dari Saudara Wiwin.” Jelas Eko.

Selanjutnya, Eko menambahkan dirinya sangat menyayangkan kecelakaan kerja yang menyebabkan hilangnya nyawa ini dikarenakan pada saat kejadian tadi, alat panen egrek tersebut seharusnya tidak layak digunakan atau dapat dikatakan tidak sesuai standar SNI. "Padahal pihak dari PTPN selama ini gembar gembor ke publik jika egrek yang digunakan pada PTPN sudah sesuai standar SNI.” tutur Eko meyakini.

Eko juga menyampaikan kepada media ini bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pihak Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah II Bungo-Tebo (UPTD Wasnaker Wil. II) dan dirinya berharap agar Aparat Penegak Hukum (APH) juga bertindak.

“Saya sudah berkoordinasi dengan UPTD Wasnaker Wil. II dan katanya mereka besok hari Kamis (22/12/2022) akan turun ke PTPN VI Unit Rimdu untuk melakukan pemeriksaan khusus, kemudian saya juga berharap agar APH juga turut menyelidiki kejadian ini, mengingat dugaan kami adanya kelalaian dari Perusahaan melalui alat yang digunakan menyebabkan kecelakaan kerja.” Tutup Eko.

Redaksi

Edukasi

Politik

Teknologi