Portal Media Online : Kesehatan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

10 Juli, 2025

Poltekkes Jambi Gelar PKM di Desa Pudak Kabupaten Muaro Jambi

Penyampaian materi pentingnya masyarakat mengkonsumsi ikan sungai yang kaya sumber suplemen, pada kegiatan PKM, Kamis (10/7/2025) di Desa Pudak Muaro Jambi

JAMBI - Tenaga pengajar atau dosen Prodi Teknologi Laboratorium Media (TLM) Poltekkes Jambi, pada Kamis (10/7/2025) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) di Desa Pudak Kec Kumpeh Ulu Muaro Jambi. Kegiatan ini merupakan salah satu tujuan Tridarma Perguruan Tinggi terhadap masyarakat.


Didampingi kader kesehatan, Aminto Kades Pudak yang di depan puluhan masyarakat dari beberapa dusun secara resmi membuka kegiatan PKM.  
Kegiatan PKM ini mengangkat tema Edukasi Pemanfaatan Ikan Sungai Sebagai Suplemen Zink Penderita ISPA. 

Dewi Kurniasih, Dosen Prodi TLM Poltekes Jambi menyampaikan, bahwa kegiatan PKM di Desa Pudak tersebut pada intinya adalah memberikan Penyuluhan tentang pentingnya zink dan manfaatnya bagi Kesehatan serta memberikan ketrampilan pembuatan abon dari ikan patin sebagai salah satu ikan yang banyak terdapat di Jambi.

"Kegiatan ini merupakan perwujudan edukasi kita kepada masyarakat pentingnya untuk banyak mengkonsumsi ikan patin yang kaya sumber protein, vitamin dan zink," beber Dewi meyakini.

Selain meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya zat gizi dan tingginya kandungan zink Dewi juga menguraikan bahwa pada ikan terdapat sumber suplemen yang baik  bagi anak dan balita serta.

"Kedepan dengan digelarnya kegiatan PKM ini, bisa meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam mengolah ikan agar anak-anak juga nantinya lebih gemar makan ikan dengan berbagai variasi olahan," tutup Dewi.

Redaksi

26 Juni, 2025

PT ABT dan Polres Tebo Gelar Baksos dan Cek Kesehatan

 

Bersama Polres Tebo PT ABT Gelar Baksos dan Cek Kesehatan

TEBO - Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Polres Tebo bersama PT Alam Bukit Tiga Puluh (ABT) menggelar kegiatan bakti sosial dan kesehatan yang dipusatkan di Polsek VII Koto Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi, pada Kamis (26/06/25). Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, serta wujud sinergi antara kepolisian, pihak swasta, dan pemerintah daerah.

Berbagai layanan diberikan kepada masyarakat dalam kegiatan ini, antara lain sunat massal yang diikuti oleh sekitar 50 anak-anak, pemeriksaan kesehatan umum, pelayanan pengobatan gratis, serta pelayanan Keluarga Berencana (KB). Selain itu, diberikan pula bantuan sosial untuk penanganan stunting serta penyuluhan tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Mewakili manajemen PT ABT, Taufik selaku Kepala Operasional menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan Polres Tebo dan Pemerintah Kabupaten Tebo. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan setiap tahun sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun dan melayani masyarakat. “Semoga tahun depan kita bisa laksanakan kegiatan serupa lagi,” ungkapnya.

Baca Juga: Hanya Satu Pejabat Eselon II Yang Dikukuhkan? Ini Penjelasan BPKSDM
Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Kapolres Tebo AKBP Triyanto bersama jajaran, Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi, sejumlah kepala OPD, para camat, hingga kepala desa di wilayah VII Koto Ilir. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Dengan adanya kegiatan bakti sosial dan kesehatan ini, diharapkan hubungan antara masyarakat, kepolisian, perusahaan, dan pemerintah daerah semakin erat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kesehatan dan lingkungan, terutama dalam mencegah stunting dan karhutla di wilayah Kabupaten Tebo.


Redaksi

22 April, 2025

Komisi III DPRD Tebo Sidak ke RS Setia Budi dan Puskesmas Rimbo Bujang

 

Komisi III DPRD Tebo Sidak ke RS Setia Budi dan Puskesmas Rimbo Bujang, Selasa 22/4/2025

TEBO - Bersama dinas lingkungan hidup & perhubungan (DLH-Hub), Komisi III DPRD Tebo Inspeksi mendadak (Sidak) ke rumah sakit swasta yaitu rumah sakit setia budi (RSSB) dan Puskesmas Rimbo Bujang II Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang.

Sidak di pimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Tebo Dimas Cahya Kusuma di dampingi anggota dewan lainnya, Liga Marissa dan Efridarti. Di RSSB rombongan di sambut pihak oleh manajemen kemudian sidak lanjut ke Puskesmas Rimbo Bujang II di terima oleh kepala puskemas (Kapus) dr Sugiyono, Selasa 22 April 2025.

Dimas menjelaskan, kedua tempat pelayanan kesehatan (Yankes) di Kec Rimbo Bujang tersebut, Sidak Komisi III DPRD Tebo dan DLH ke RSSB terkait operasional instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan mekanismenya. 

Sedangkan mengenai IPAL Puskesmas Rimbo Bujang menurutnya sudah lengkap sedangkan dari RSSB menjadi catatan kami,"kata Dimas. 

" Untuk persoalan di RSSB, yang di benahi seperti apa nanti kami akan berkoordinasi dengan DLH,” pungkas Dimas.

Berkaitan hal ini Dinas LH-Hub Kab Tebo melalui Kabid pengendalian, pencemaran dan lingkungan hidup (P2LH) Deriansyah berujar, temuan di RSSB terkait IPAL dalam kondisi Cold Storage, tidak atau belum berfungsi. Kedepannya harus dikelola dan di perbaiki betul, Cold Srotagenya harus berfungsi dengan baik,"ucapnya..

" Cold Storage di jelaskan Deri, adalah untuk menyimpan limbah B3 sebelum di angkut 1 x 24 jam ketempat pemusnahan dengan suhu dingin di bawah 0 derajat untuk membunuh bakteri limbah tersebut.

Kemudian lanjut Deri, IPAL Puskesmas Rimbo Bujang terkendala kapasitasnya yang belum memadai dan hasil Sidak di Puskesmas Rimbo Bujang dan RSSB nanti akan kita tindaklanjuti.

Sementara itu manajemen RSSB, dr Eko kepada rombongan Komisi IIII DPRD Tebo menjelaskan, limbah di ambil sekali dalam sebulan oleh pihak ketiga yang mengelola limbah B3," imbuhnya singkat. 

Redaksi

20 Januari, 2025

Komisi I DPRD Tebo, Tampung Keluhan Pihak RSUD STS Tebo Soal Klaim BPJS Kesehatan

 

Komisi I DPRD Tebo Tampung Keluhan Pihak RSUD STS Tebo Soal Klaim BPJS Kesehatan

TEBO - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Taha Saifuddin (STS) Tebo yang dipimpin langsung oleh Direkturnya Dr. Oktavienni, M. ked. An, Sp An, mencurahkan isi hatinya (Curhat) ke Komisi I DPRD Tebo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BPJS Kesehatan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I, Karno yang digelar Senin (20/01/25 diruang komisi I DPRD Tebo.

Manajemen RSUD STS Tebo mengeluhkan tentang terpaksanya mengambil keputusan tidak melayani pasien BPJS di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang mereka miliki karena banyaknya pending klaim yang mereka ajukan terkait pelayanan di IGD yang ditolak oleh BPJS ditahun 2024 kemaren yang jumlahnya hampir Rp 1 Milyar.

"Salah satu klaim yang diajukan paling banyak belum dibayar oleh BPJS adalah pelayanan yang sudah dilakukan di IGD, makanya biar kami tidak salah dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat, kami minta BPJS untuk menempatkan orangnya standby di Rumah Sakit kami,"keluh Direktur RSUD STS kepada Komisi I DPRD Tebo.

Menurut direktur RSUD STS Tebo, permintaan agar BPJS menempatkan personilnya tersebut agar pihak BPJS bisa menyampaikan langsung ke pasien jika ada pasien yang berobat ke IGD bahwa tidak bisa dilayani dengan BPJS.

"Jadi personil BPJS bisa melihat dan menilai langsung apakah klaim yang kami ajukan itu benar atau fiktif adanya, kalau sekarang ini yang dirugikan RS, kita sudah melaksanakan tugas tapi tidak dibayarkan oleh BPJS karena menurut mereka tindakan yang diambil seharusnya dilakukan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau puskes, atau kondisi si pasien belum masuk kategori gawat darurat untuk ditangani di IGD menurut BPJS,"

lanjutnya lagi.Keluhan manajemen RSUD STS Tebo tersebut sontak memancing amarah anggota Komisi I DPRD Tebo, Edi Hartono anggota Komisi I DPRD Tebo dari Fraksi PKS meminta BPJS untuk lebih manusiawi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Masyarakat itu berobat ke IGD sudah dipastikan karena sudah tidak tahan terhadap penyakit yang dideritanya, masyarakat tidak tahu dengan standar gawat darurat yang ditetapkan oleh BPJS, kami tidak mau dengar kedepannya tidak ada masyarakat pengguna BPJS di Tebo yang berobat ke IGD ditolak dengan alasan ribetnya prosedur BPJS,"tegas Edi Hartono.

Hal senada juga disampaikan oleh Aivandri yang menyayangkan ribetnya pelayanan BPJS, ditegaskannya seharusnya BPJS Kesehatan mempedomani Peraturan Dirut BPJS no 1 tahun 2014.

"Kami minta BPJS Kesehatan Bungo tidak mempersulit masyarakat Kabupaten Tebo yang berobat menggunakan BPJS, dan kita minta persoalan pending klaim RSUD STS Tebo segera dibayarkan, dan Rumah Sakit bisa memberikan kemudahan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pengguna BPJS,"tegas Aivandri.

Redaksi

15 Juli, 2023

Pengabdian pada Masyarakat, Dosen Poltekes Kemenkes Jambi Edukasi ke Lansia

Dosen Poltekes Kemenkes bersama mahasiswa Gelar Edukasi  kepada lansia, Sabtu (15/7/2023), f/ist

JAMBI -  Dosen Poltekes Kemenkes Jambi, pada Sabtu (15/7/2023) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat guna memberi edukasi serta meningkatkan pengetahuan lansia dalam pencegahan Osteoporosis di Posyandu Lansia Melati 1 RT 20 Kelurahan Pakuan Baru.

Kegiatan edukasi sendiri diikuti  oleh 
Akhirul Jumaisal Sitompul SKM,M.Bmd selaku ketua, Norma Rotua S,SKM,M.Bmd selalu Anggota, Mahasiswa Chasdinda,Firliana Putri, Tiara Risma, serta dibantu Kader posyandu Ibu Mariatun, Babinkabtipmas, Ketua RT 20

Sasaran kegiatan ini untuk lansia di RT 20 Kelurahan Pakuan Baru, sekakigus kader kesehatan dan perangkat dilingkungan RT sekitar. Salah satu tujuannya sebagai upaya  menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam mendeteksi masalah kesehatan, salah satunya pencegahan osteoporosis. Tak kalah penting adalah upaya mensosialisasikan hasil penelitian,mengedukasi penderita Osteoporosis dan bukan penderita dalam penanganan serta pencegahannya

Kegiatannya dimulai dari pemeriksaan kesehatan para lansia, baik tekanan darah dan lainnya. Pengabdian ini tidak lain guna menindaklanjuti hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya, yakni tentang Analisis Alkaliposfatase dan Kalsium.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan diketahui total pada kelompok resiko Osteoporosis  di RT 20 dengan hasil ditemukan 11 orang teridentifikasi terkena Osteoporosis.

Redaksi


10 Juni, 2023

Program PKM, Dosen Poltekkes Jambi Gelar Edukasi dan Penyuluhan di Puskemas Simpang IV Sipin

 

Program PKM, Oleh Dosen Poktekkes Jambi salah satu kegiatan edukasi dan penyuluhan penyakit ashma, Sabtu (10/6/2023/), f/ist

JAMBI - Dosen Poltekkes Jambi kembali menggelar kegiatan edukasi dan penyuluhan melalui  program Pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan berupa Pengabdian Kemitraan  Masyarakat (PKM) yang di laksanakan di aula Puskesmas Simpang IV Sipin  kota jambi Sabtu (10/6/2023).

Kegiatan PKM ini mengangkat tema Penyakit ashma dan pencegahan defisiensi micromineral Zink dan zat Besi. PKM sendiri digelar dengan sumber dana dari Poltekkes Kemenkkes tahun 2023.

Kegiatan penyuluhan ini bekerjasama dengan Puskesmas Simpang IV Sipin  dan  diikuti oleh para lansia yang berasal dari beberapa posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Simpang IV Sipin. 

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para lansia dan penderita asma melalui edukasi dan penyuluhan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh ibu dr Tetty Ariestianty selaku pimpinan BLUD Puskesmas Simpang IV Sipin, Ketua program Prolanis. 

Redaksi

20 Februari, 2023

Buntut Anggaran Dinkes Mubazir, Aspan Sidak ke Puskesmas

 

Sidak Puskesmas Mangupeh, Tengah Ilir, Senin (20/2/2023), (f/ist)

TEBO - Buntut dari tidak tepat sasaran alias mubazir dalam alokasi anggaran kesehatan, Pj Bupati Tebo, Aspan Senin (20/2) kemarin melakukan sidak ke Puskesmas Mangupeh Kecamatan Tengah Ilir. Dalam sidak tersebut, PJ Bupati lebih menekankan peningkatan pelayanan khususnya bagi peserta BPJS Pemkab Tebo.

Dirinya berharap apa yang telah dibayarkan oleh Pemkab Tebo bisa berbanding lurus dengan pelayanan kesehatan diterima oleh masyarakat, " kita berharap apa yang sudah kita keluarkan dari APBD bisa benar tersalur dan dinikmati oleh masyarakat" ujar Aspan.

Selain itu kata Aspan, dirinya berharap Puskesmas Mangupeh bisa memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat, " kita juga berharap pelayan yang terbaik bisa diberikan oleh puskesmas agar masyarakat bisa merasa terbantu, jangan sampai ada masyarakat yang tidak dilayani" tuntasnya.

Diberitakan sebelumnya Pj Bupati Tebo Aspan sempat kecewa dengan alokasi anggaran yang ada di Dinas Kesehatan Tebo. Pasalnya Aspan melihat alokasi yang digulirkan tersebut tidak tepat sasaran. Hampir 20 persen dari total anggaran di Dinkes Tebo tidak terserap alias mubazir. Ini disampaikan Aspan, pada giat acara Pelantikan Ketua IDI Tebo beberapa waktu lalu, di Pendopo.

Perlu diketahui bahwa untuk Puskesmas Mangupeh Kecamatan Tengah Ilir terdaftar sebanyak 1.082 peserta BPJS Pemkab Tebo yang terbagi atas 4 desa yang menjadi ruang lingkup pelayanan.

Redaksi

29 Januari, 2023

Aspan Sindir Alokasi Anggaran Kesehatan Tidak Tepat Sasaran

 

Pj Bupati Tebo, H.Aspan

TEBO - Pj Bupati Tebo, H.Aspan meminta kepada pejabat dilingkup Dinas Kesehatan untuk memperhatikan alokasi anggaran kesehatan. Pasalnya sepanjang program monitoring dan evaluasi kinerja tiap OPD di lingkup Pemkab Tebo, alokasi anggaran di Dinas Kesehatan dirasa tidak tepat sasaran.

Hal ini disampaikan Aspan, saat menghadiri pelantikan pengurus IDI cabang Tebo, Minggu (29/1/2023) di Aula Rumah Dinas Bupati Tebo 

Aspan juga bilang, selama ini pihaknya terus berkomitmen memberikan porsi anggaran di Dinas Kesehatan sebesar 10 persen dari APBD. Kendati demikian Aspan melihat progres alokasi anggaran di Dinas Kesehatan masih kurang maksimal. "saya tidak tahu, apakah ada program yang tidak berjalan atau seperti apa. Kiranya hal ini bisa jadi perhatian kita bersama," ujar orang nomor satu di Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung.

Dirinya mengaku, anggaran kesehatan tersebut bukan hanya bersumber dari APBD saja melainkan juga dari APBN. Untuk itu pesan Aspan, jika ada laporan atau terkait  pembahasan soal program bisa disampaikan dan ini sudah pasti oleh pemerintah Tebo bakal mensuport.

"Silahkan kalau ada laporan soal program yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan sampaikan saja. Kita prinsipnya selagi untuk kepentingan masyarakat banyak kenapa tidak," ujar Aspan.

Terpisah Kadis Kesehatan Dr Riana Elizabet saat disinggung terkait pernyataan yang disampaikan PJ Bupati Tebo soal alokasi anggaran yang tidak tepat sasaran, Dr Riana tak menampik. Dirinya mengaku ada beberapa program perlindungan kesehatan, baik secara mandiri atau yang dijamin oleh pemerintah.  

Sejauh ini diakui Dr Riana masih banyak bermunculan kondisi warga atau masyarakat yang statusnya SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) namun belum terdata. Warga yang seperti ini jaminan kesehatannya biasanya oleh pemerintah sudah ditanggung.

"Padahal warga tersebut ingin berobat namun mereka tidak mampu dan tidak memiliki biaya. Padahal anggarannya ada. Nah ini salah satunya," ujar Dr Riana ditemui media ini.

Redaksi





Tingkatkan Kualitas Yankes, IDI Tebo Siap Bersinergi dengan Pemkab

 

Ketua IDI Cabang Tebo, Dr.Andri Putro Satri menerima pengalungan medali dari Ketua IDI Wilayah Jambi, (f/kliktebo.net)

TEBO - Bertempat di Aula Rumdis Bupati Tebo, pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menggelar pelantikan pengurus IDI Tebo periode 2022-2025. Hadir dalam pelantikan pengurus yakni Ketua Wilayah IDI Jambi, Bupati Tebo, pimpinan Forkompinda Tebo dan seluruh anggota IDI sekabupaten Tebo.

Pelantikan pengurus IDI Tebo mengangkat tema, "Mewujudkan Peran IDI Membantu Pemerintah dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan.

Ketua IDI Cabang Tebo, Dr. Adri Putro Satrio yang baru dilantik, mengatakan pihaknya berkomitmen akan selalu bersinergi dengan Pemkab Tebo dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Untuk itu lanjut dia dibutuhkan peran IDI bersama Pemkab baik Komunikasi, Konsultasi maupun Kolaborasi.

"Utamanya kita dituntut untuk menjalankan 3K, yakni ada komunikasi, ada konsultasi dan ada kolaborasi," kata Dr.Andri meyakini.

"Karena ini tidak bisa berdiri dengan sendirinya. Seluruh stakeholder harus bergerak  maka dari itu peran pemerintah daerah sangat penting guna menciptakan kualitas pelayanan kesehatan dimasyarakat," timpalnya lagi.

Untuk itu kata Dr Andri, jika semuanya diberikan ruang gerak, bukan tidak mungkin seluruh program IDI bakal berjalan dengan baik sesuai visi dan misi IDI. " Intinya kita bisa mobile, dapat berkoordinasi dengan seluruh pihak. Kita mikirnya bukan hari ini, tapi masa depan. Ini sesuai dengan arahan pusat harus" Reborn"," serunya meyakini.

Sementara Pj Bupati Tebo, H.Aspan dalam pesannya meminta untuk pengurus IDI yang baru dilantik untuk sampaikan seluruh program-program terbaiknya. Pasalnya seluruh kendala yang terjadi di lapangan baik dari sisi pelayanan atau lainnya bisa dikomunikasikan bersama.

"Silahkan kalau ada program dari IDI sampaikan ke saya, akan kita bahas bersama-sama," pinta Aspan.

Sementara itu Aspan juga menyampaikan jika Pemkab Tebo selalu berkomitmen dalam pengalokasian anggaran kesehatan setiap tahunnya 10 persen dari APBD. Kendati demikian Aspan mewanti-wanti untuk menggunakan anggaran kesehatan secara efisien dan tepat sasaran. "Saya minta betul alokasinya harus tepat sasaran, kita sudah siapkan anggaran kesehatan 10 persen dari APBD," sindir Aspan dihadapan peserta dan pengurus IDI Tebo, Minggu (29/1/2023).

Redaksi





27 Januari, 2023

Sangat Terisolir, Butuh Perjuangan Bagi Santi Tiba di Rumah

Santai warga Simetanti Desa Talang Mamak, Kec Sumay saat di tandu menuju ke rumah, Jumat (27/1/2023), (f/ist)

TEBO- Kondisi Santi warga Semeranti Desa Talang Mamak Kec Sumay yang mendapat perawatan di RSUD Tebo pasca melahirkan berangsur baik. Bahkan Santi dikabarkan sudah diperbolehkan pulang kerumahnya.


Yang menariknya ketika Santi hendak pulang ke rumahnya, Santi kembali di tandu menggunakan kain dan bambu. 

Pantauan di lapangan, warga dibantu Bhabinkamtibmas Polres Tebo menggotong tandu menuju ke rumah nya melewati jalan yang rusak parah, tanpa aspal dan berlumpur akibat diguyur hujan beberapa waktu yang lalu. 

Walaupun lumpur setinggi mata kaki, tak menyurutkan semangat warga untuk membawa Santi pulang ke rumahnya.

Warga dibantu Bhabinkamtibmas terlihat hati-hati menggotong tandu, pasalnya Santi pasca melakukan perawatan dirumah sakit. 

Jumat pagi  (27/1/2023) sekira pukul 10.00 WIB dari Km 26 menuju Km 29 mengunakan mobil PT ABT, selanjut pukul 13.00 WIB berangkat dari Km 29 menuju Km 33 jalan kaki karena jalan tersebut tidak bisa dilintasi kendaraan. 

Dari Km 29-33 warga dibantu Bhabinkamtibmas menggotong tandu kurang lebih 3 jam perjalanan. Berangkat dari Km 29 sekira pukul 13.00 tiba di Km 33 sekira pukul 15.00 WIB. 

Selain ditandu Bhabinkamtibmas sedang memberi sembako kepada keluarga Santi yang mana baru saja mendapat musibah. 

Bahrudin (Suami Santi) mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bhabinkamtibmas dan warga sekitar, yang sudah membantu mengantarkan dan ikut menggotong tandu ke KM 33. 

Selain itu dirinya juga mengucapkan kepada Bhabinkamtibmas Bripka Frengki W.P memberi bantuan sembako. 

Kata dia, hingga saat ini Santi dalam pemulihan setelah persalinan. 

Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega saat dikonfirmasikan Jumat (26/1/2023) membeberkan adanya bhabinkamtibmas yang ikut menggotong tandu sekaligus memberikan bantuan sembako.

"Iya Bhabinkamtibmas Bripka Frengki W.P ikut membantu menggotong tandu sekaligus memberi sembako ke korban," ungkapnya 

Redaksi

12 November, 2022

Wah...Wanita Penghuni Warem di Tebo Disinyalir Positif HIV/AIDS

 

Dinkes dan Puskesmas Tebo Tengah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap wanita penghibur, (f/ist)

TEBO - Disinyalir wanita penghibur Warung remang-remang di Tebo suspect HIV/AIDS. Ini diketahui pasca Dinkes dan Puskesmas Tebo Tengah melakukan pemeriksaan kesehatan kepada wanita penghibur warem.

Langkah ini dilakukan setelah pemkab langsung menanggapi laporan masyarakat di Kecamatan Tebo Tengah, tentang keberadaan Warung Remang-remang. Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tebo Tengah segera turun melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap wanita yang berada di Warem.

Kepala Puskesmas Muara Tebo dr Leni Marlina mengatakan, ada 8 sampel yang diperiksa kesehatannya, 2 diantaranya masuk ke dalam suspect HIV/AIDS dan Hepatitis. Sehingga mereka diminta senin melakukan pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Sultan Thaha Saipuddin (STS) Tebo.

"Sebenarnya sasaran kita, ada 3 Hepatitis, HIV/AIDS dan spilis yang ditemukan hanya suspect HIV/AIDS dan Hepatitis," ungkapnya, Sabtu (12/11/2022).

Sementara itu, Kecamatan Tebo Tengah Nurbadri mengaku, awalnya ada 8 Warem. Namun setelah dilakukan sosialisasi dan himbauan larangan melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma agama. 4 Warem tutup, sedangkan 4 lagi masih beroperasi.

"Kita akan meminta ke Pemerintah Desa (Pemdes) melakukan tindakan dengan memberikan sanksi adat dan lainnya," pungkasnya.

Redaksi

20 Oktober, 2022

Soal Larangan Obat Syrup Anak, Begini Kata Dinkes Tebo

 

Syrup Paracetamol anak dilarang dijual (f/kliktebo.net)

TEBO - Adanya surat edaran terkait larangan mengkonsumsi obat jenis Syrup untuk anak dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Tebo bakal mengeluarkan surat edaran yang ditandatangani Sekda untuk di sampaikan ke pihak Puskesmas, praktek dokter (klinik) hingga pemilik usaha farmasi (Apotek). 

Surat edaran ini menindak lanjuti terkait temuan kasus baru pada 129 anak dibawah umur di pulau Jawa. Adapun gangguan kesehatan yang terindikasi yakni gangguan ginjal akut progresif.

Syafrial, Sekretaris Dinas Kesehatan saat disambangi media ini membenarkan, pihaknya baru menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan RI terkait larangan peredaran obat jenis Syrup untuk anak.

"Suratnya baru kemarin kita terima, secepatnya kita buatkan surat edaran yang nanti kita sebar ke layanan kesehatan yang ada di Tebo, " terang Syafrial meyakini.

Dirinya bilang untuk stok obat yang ada di gudang Farmasi Tebo, sementara dipending pendistribusiannya. Mengingat lanjut dia, pentingnya informasi ini pihaknya segera melakukan pengawasan sedini mungkin.

"Memang kalau di Tebo sendiri belum ada ditemukan kasus serupa di Jawa sementara ini kita waspada dan memberi himbauan kepada seluruh pihak layanan kesehatan, baik Puskesmas, klinik maupun apotek," beber Syafrial.

Seperti yang di sampaikan Kemenkes RI bahwa seluruh apotek di Indonesia untuk menyetop sementara penjualan semua obat bebas dalam bentuk sirup kepada masyarakat. Obat yang dilarang untuk dijual termasuk semua jenis obat dalam bentuk sirup atau cair, termasuk obat cair untuk dewasa, dan tidak terbatas pada obat paracetamol sirup saja.
Instruksi tersebut dikeluarkan sebagai upaya kewaspadaan atas kasus gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) yang banyak menyerang anak-anak di Indonesia.

Larangan ini dikeluarkan berdasarkan Surat Edaran (SE) Kemenkes Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak.

Redaksi

Edukasi

Politik

Teknologi