Portal Media Online : insiden
Tampilkan postingan dengan label insiden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label insiden. Tampilkan semua postingan

08 Januari, 2025

Diduga Tilap Dana Desa, Warga Tuntut Kades Sungai Rambai Dipecat

 

Aksi warga Sungai Rambai menyegel kantor Desa Sungai Rambai. Warga menuntut Kades Sungai Rambai Dipecat

TEBO - Puluhan masyarakat Desa Sungai Rambai, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, mendatangi kantor desa pada Selasa, 7 Januari 2025. Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan tuntutan dan menyegel kantor desa sebagai bentuk protes. Warga meminta agar kepala desa diberhentikan dari jabatannya.

Dalam aksi tersebut, warga memasang spanduk yang berisi tuntutan. Isi spanduk menyatakan bahwa kantor Desa Sungai Rambai disegel atau ditutup mulai tanggal 7 Januari 2025 hingga tuntutan masyarakat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang diajukan pada 30 Oktober 2024 lalu dipenuhi.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa tuntutan mereka berfokus pada dugaan ketidakterbukaan dalam pengelolaan dana desa. "Penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD), DBHP Provinsi, dan SILPA tidak transparan," ungkapnya.

Warga juga mengungkapkan adanya temuan dari Inspektorat Kabupaten Tebo pada tahun 2021 terkait anggaran DD yang penggunaannya tidak jelas. Selain itu, kepala desa diduga sering menyalahgunakan wewenang, baik dalam administrasi maupun kebijakan, serta menunjukkan sikap pilih kasih terhadap masyarakat.

Dalam aksi tersebut, warga mengajukan delapan poin tuntutan yang harus dipenuhi. Salah satu tuntutan utama adalah meminta pemeriksaan terhadap kepala desa. "Jika terbukti bersalah, kami meminta kepala desa segera mengundurkan diri dari jabatannya," tegas salah satu warga.

Aksi protes ini tidak sampai pada penyegelan kantor desa karena pihak kepolisian dan Camat Tebo Ulu hadir di lokasi untuk meredam situasi. Namun, warga menegaskan akan terus melanjutkan aksi protes hingga tuntutan mereka terpenuhi.

"Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan terus melakukan aksi ini. Kami ingin kepala desa diperiksa dan jika terbukti bersalah, dia harus mundur," tambah warga tersebut. Kejadian ini menjadi perhatian besar, baik dari masyarakat maupun pihak pemerintah daerah.

Redaksi

24 April, 2023

Longsor di Desa Kunangan, Aspan Langsung Turunkan Alat Berat

 

Longsor di Desa Kunangan, Aspan langsung turunkan alat berat

TEBO - Akibat di guyur hujan, jalan yang menghubungkan Kelurahan Sungai Bengkal menuju Desa Kunangan Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo, tertutup longsoran tanah, Sabtu (22/04/2023) malam tadi.

Hal tersebut dibenarkan oleh Camat Tebo Ilir Habibi, bahwa informasi yang di dapat tadi pagi, jalan penghubung Desa Kunangan ke Kelurahan Sungai Bengkal tertutup timbunan tanah sehingga tidak bisa dilalui, Minggu (23/4/2023).

Kejadian ini dikatakan Habibi, tadi pagi sudah langsung di laporkan ke Pj Bupati Tebo untuk ditindaklanjuti dan sudah di respon dengan mendisposisikan dinas PUPR. 

"Saat ini alat berat sudah turun mengevakuasi reruntuhan tanah dan mungkin sore ini jalan sudah bisa dilalui oleh kendaraan,"katanya.

Terkait hal ini Pj Bupati Tebo Aspan mengatakan, akibat tingginya curah hujan tadi malam di Kabupaten Tebo, di Kecamatan Tebo Ilir terjadi bencana alam longsor di desa Kunangan.

Dan akibat bencana alam ini, jalan yang menghubungkan desa Kunangan ke Kelurahan Sungai Bengkal terputus," terang Aspan.

" Mendapat laporan dari masyarakat setempat dan Camat, kita langsung berkoordinasi dan memerintahkan dinas PUPR untuk segera menurunkan alat berat untuk membersihkan longsoran yang menimbun pada badan jalan," terang Aspan.

"Sekitar pukul 16.00 Wib sore tadi jalan Desa Kunangan tersebut sudah berfungsi kembali," timpal Aspan.

Kami berterimakasih kepada dinas PUPR yang tanggap merespon apa yang telah di instruksikan dan mudah-mudahan hal-hal seperti ini dapat terus terjaga, "ucapnya singkat.

Redaksi

27 Januari, 2023

Sangat Terisolir, Butuh Perjuangan Bagi Santi Tiba di Rumah

Santai warga Simetanti Desa Talang Mamak, Kec Sumay saat di tandu menuju ke rumah, Jumat (27/1/2023), (f/ist)

TEBO- Kondisi Santi warga Semeranti Desa Talang Mamak Kec Sumay yang mendapat perawatan di RSUD Tebo pasca melahirkan berangsur baik. Bahkan Santi dikabarkan sudah diperbolehkan pulang kerumahnya.


Yang menariknya ketika Santi hendak pulang ke rumahnya, Santi kembali di tandu menggunakan kain dan bambu. 

Pantauan di lapangan, warga dibantu Bhabinkamtibmas Polres Tebo menggotong tandu menuju ke rumah nya melewati jalan yang rusak parah, tanpa aspal dan berlumpur akibat diguyur hujan beberapa waktu yang lalu. 

Walaupun lumpur setinggi mata kaki, tak menyurutkan semangat warga untuk membawa Santi pulang ke rumahnya.

Warga dibantu Bhabinkamtibmas terlihat hati-hati menggotong tandu, pasalnya Santi pasca melakukan perawatan dirumah sakit. 

Jumat pagi  (27/1/2023) sekira pukul 10.00 WIB dari Km 26 menuju Km 29 mengunakan mobil PT ABT, selanjut pukul 13.00 WIB berangkat dari Km 29 menuju Km 33 jalan kaki karena jalan tersebut tidak bisa dilintasi kendaraan. 

Dari Km 29-33 warga dibantu Bhabinkamtibmas menggotong tandu kurang lebih 3 jam perjalanan. Berangkat dari Km 29 sekira pukul 13.00 tiba di Km 33 sekira pukul 15.00 WIB. 

Selain ditandu Bhabinkamtibmas sedang memberi sembako kepada keluarga Santi yang mana baru saja mendapat musibah. 

Bahrudin (Suami Santi) mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bhabinkamtibmas dan warga sekitar, yang sudah membantu mengantarkan dan ikut menggotong tandu ke KM 33. 

Selain itu dirinya juga mengucapkan kepada Bhabinkamtibmas Bripka Frengki W.P memberi bantuan sembako. 

Kata dia, hingga saat ini Santi dalam pemulihan setelah persalinan. 

Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega saat dikonfirmasikan Jumat (26/1/2023) membeberkan adanya bhabinkamtibmas yang ikut menggotong tandu sekaligus memberikan bantuan sembako.

"Iya Bhabinkamtibmas Bripka Frengki W.P ikut membantu menggotong tandu sekaligus memberi sembako ke korban," ungkapnya 

Redaksi

26 Januari, 2023

Akibat Konsleting, Warga dan Petugas Damkar Pontang Panting Padamkan Api

Warga dan petugas, bahu mbahu padamkan akibat, (f/ist)

TEBO- Diduga terjadi korsleting listrik, Rumah Fadli, Warga Jalan 7 Kelurahan Wirotho Agung, Kecamatan Rimbo Bujang, nyaris ludes terbakar. 

Beruntung, Lokasi rumah warga yang tidak terlalu jauh dari Pos Damkar Rimbo Bujang sehingga Api dengan cepat dapat dipadamkan oleh Regu Pemadam. 

Komandan Regu Pemadam Kebakaran Pos Rimbo Bujang Tanjung Sasongko mengungkapkan, api dapat cepat dipadamkan sehingga belum menjalar keseluruh bagian rumah. 

" Api berhasil kami lokalisir dan dipadamkan sehingga tidak menjalar keseluruh bagian rumah, " Terang Tanjung Sasongko

Dikatakan Tanjung Sasongko, tidak ada korban jiwa dan Kerugian korban ditaksir mencapai Satu Juta Rupiah.

Redaksi

25 Januari, 2023

Tanah Landasan Amblas, Bronjong Terancam Ambrol

 

Bronjong di Desa Teluk Rendah Ulu terancam ambrol, (f/ist)

TEBO - Tanah Landasan sepanjang 30 meter diatas kontruksi Bronjong yang berada di Desa Teluk Rendah Ulu mulai amblas dan berongga. Akibatnya bronjong yang baru saja dibangun menggunakan APBD Tebo tahun 2022, di Desa Teluk Rendah Ulu terancam ambrol. 

Pantauan di lokasi, tanah landasan di sekitar bronjong sepanjang 30 meter yang  menelan anggaran 390 juta ini, terlihat turun dan berongga. Kondisi ini salah satunya disebabkan tingginya curah hujan akhir-akhir ini. 

Terkait kondisi ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Tebo, Hendry Nora mengaku sudah menerima laporan ini. 

"Memang benar terjadi penurunan landasan di bronjong tersebut, dan kita dapat laporan langsung dari masyarakat," sebut Hendry Nora. 

Dikatakan Hendry, menyikapi hal ini dirinya sudah menginstruksikan Kabid Bina Marga untuk menyampaikan dan meneruskan ke rekanan yang mengerjakan proyek tersebut. 

"Proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan rekanan, dan melalui kabid BM kita sudah instruksikan untuk segera diperbaiki," lanjutnya. 

Ditambahkannya, saat ini atau saat laporan diterima, pihak PUPR Tebo sudah mengecek, dan didapati secara konstruksi masih aman, tetapi apabila tidak cepat diperbaiki dikhawatirkan bronjong ini benar benar ambrol.

Redaksi

Jalan Kaki 4 Jam ke Puskesmas, Warga Talang Mamak Gotong Ibu Melahirkan

 

Warga Talang Mamak gotong ibu melahirkan gunakan tandu, (f/ist)

TEBO - Santi warga Dusun Semerantihan Talang Mamak Desa Suo Suo Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo harus digotong warga secara bergantian mengunakan kain sarung. 

Pasalnya, pasca melahirkan plasenta atau ari ari bayi masih tertinggal dalam perutnya, sebab itu Santi terpaksa digotong dengan waktu 4 jam ke Puskesmas Suo Suo. 

"Istri sayo melahirkan, tapi kakak bayi dak keluar, kareno mobil dak ado jalan pun buruk, istri sayo terpakso digotong bersamo keluargo dan dibantu wargo jalan kaki menuju puskesmas suo suo," ungkap Sahrudin suaminya. 

Lanjutnya, setelah sampai di puskesmas ternyata terkendala emergency pendarahan, kemudian akhirnya dirujuk langsung ke RSUD STS Tebo. "Kini kami di rumah sakit Tebo kareno di Puskesmas dak biso," ujarnya. Selasa (24/1/2023). 

Ia menceritakan, pada saat perjalanan dari dusun Semerantihan, ia bersama keluarga mengunakan tandu darurat dengan kain dan kayu. 

Pengorbanan dari jarak tempuh yang lumayan jauh dan memakan waktu 4 jam dari dusunnya menuju puskesmas. 

Dari Senin (23/1) sore berangkat terkendala hujan, dan melanjutkan perjalanan sekira pukul 21.00 Wib dari Kilometer 33 Dusun Semerantihan sampai di Kilometer 26 pada pukul 01.00 Wib dinihari. 

"Sore kito berangkat, ternyato hujan, jam 9 malam dari kilometer 33 sampai 26 selama 4 jam Perjalanan," tutur Sahrudin.

Sementara itu, Direktur RSUD Tebo, dr. Oktavienni membenarkan hal tersebut, saat ini pasien tengah dilakukan perawatan medis. 

"Kondisi pasien sudah dilakukan penanganan dengan manual plasenta oleh dokter spesialis, dimana ari ari bayi atau plasenta diambil secara manual, saat ini pasien sedang di rawat di ruang kebidanan," ungkapnya. 

Lanjutnya, pasien sempat kekurangan darah sebanyak 2 kantong, namun kebutuhan darah sudah dipenuhi. "Kebutuhan darah sudah didapatkan keluarga, kondisi pasien saat ini berangsur membaik," pungkasnya. 

Redaksi

22 Desember, 2022

Buruh Sawit Tewas Kecelakaan Kerja, Begini Tanggapan Humas PT PTPN VI Rimdu

 

PT PTPN VI Rimdu Dua, (f/ist)

TEBO - Buruh panen sawit Wiwin (40) yang meninggal dalam kecelakaan kerja mendapat respon cepat dari pihak PT PTPN VI Rimdu. Berikut penjelasan, Sumardi, Humas PT  PTPN VI Rimdu Rimbo Ilir menjelaskan tentang karyawan yang meninggal pas kerja, pada Selasa (20/12) lalu yang bekerja di bagian pemanenan sawit.

Sebelumnya Ketua Umum Dewan Pimpinan Kongres Serikat Pekerja Kabupaten Tebo FSPSI (DP KSP.KT-FSPSI), Eko Pramuna menjelaskan buruh panen sawit PT PTPN VI Rimdu yang meninggal bernama Wiwin (40), warga Dhamasraya

Lebih lanjut Sumardi kepada kliktebo.net menjelaskan, pasca kecelakaan kerja yang menimpa buruhnya sudah di laporkan ke pihak Wasnaker, dan pihak BPJS Ketenagakerjaan. Demikian dengan peristiwa kejadian, informasinya sudah disampaikan ke pihak kepolisian.

Selain proses penyelesaian pasca meninggalnya buruh, pihaknya juga kata Sumardi bakal menyiapkan segala hak-haknya kepada keluarga korban hingga tuntas.

“Pastinya perusahaan bakal memberikan santunan kepada ahli waris keluarga korban. Demikian juga serikat pekerja termasuk hak-haknya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Sumardi meyakini.

Mengenai kronologi dan penyebab kematian buruh panen sawit Sumardi hanya mengatakan sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek terdekat untuk dilakukan penyelidikan.

"Hasil penyelidikan polisi dugaan sementara korban murni kecelakaan kerja," kata Sumardi lagi.

Menurut Sumardi, saat kejadian istri korban langsung yang melihat peristiwa tersebut. Mendapat laporan dari istri korban pihaknya langsung membawa korban ke Puskesmas terdekat.

" Namun tiba di Puskesmas, dokter mengatakan korban sudah meninggal dunia," terang Sumardi meyakini.

Diberitakan sebelumnya Nasib naas menimpa buruh pekerja PT Perkebunan Nusantara VI Unit Usaha Rimbo Dua (PTPN VI Unit Rimdu).  Buruh Sawit diketahui Wiwin (40) warga Dhamasraya tewas setelah mengalami kecelakaan kerja, pada Selasa (20/12).

Wiwin diketahui tewas pasca alat panen (egrek) menancap mengenai lehernya. Hal ini dibenarkan oleh Eko Pramuna Putra, Ketua Umum Dewan Pimpinan Kongres Serikat Pekerja Kabupaten Tebo FSPSI (DP KSP.KT-FSPSI).

Kepada media Eko biasa disapa menuturkan, terkait kejadian kecelakaan kerja di PTPN VI Unit Rimdu sangat mengecam adanya kecelakaan kerja tersebut. Dimana lanjut Eko kejadian yang terjadi luput dari pengawasan pihak PTPN VI Rimdu. 

"Mestinya mereka (PTPN VI'red) menjadi contoh sebagai Perusahaan milik Negara dalam keselamatan kerja," ketus Eko.

Eko bilang pihaknya mendapat informasi oleh rekan Pekerja di sana (PTPN VI Unit Rimdu) yang ada di lapangan. Bahwa kata Eko telah terjadi kecelakaan kerja dengan dalam afdelinh area perkebunan milik PTPN VI Rimdu.

Sementara kata Eko, kejadian bermula saat pekerja yakni Wiwin pada saat bekerja memanen sawit, peralatan berupa egrek yang digunakan Wiwin tersebut terjatuh dan mengalami bengkok. Saat Wiwin memperbaiki egrek tersebut dengan cara meluruskannya, egrek tersebut patah.

"Kemudian pisau egrek tersebut patah lalu mengenai leher dan mengakibatkan hilangnya nyawa dari Saudara Wiwin.” Jelas Eko.

Redaksi



Buruh Sawit PTPN VI Unit Rimdu Tewas Kecelakaan Kerja

 

Ilustrasi (f/ist)

TEBO - Nasib naas menimpa buruh pekerja PT Perkebunan Nusantara VI Unit Usaha Rimbo Dua (PTPN VI Unit Rimdu).  Buruh Sawit diketahui Wiwin warga Dhamasraya tewas setelah mengalami kecelakaan kerja, pada Selasa (20/12).

Wiwin diketahui tewas pasca alat panen (egrek) menancap mengenai lehernya. Hal ini dibenarkan oleh Eko Pramuna Putra, Ketua Umum Dewan Pimpinan Kongres Serikat Pekerja Kabupaten Tebo FSPSI (DP KSP.KT-FSPSI).

Kepada media Eko biasa disapa menuturkan, terkait kejadian kecelakaan kerja di PTPN VI Unit Rimdu sangat mengecam adanya kecelakaan kerja tersebut. Dimana lanjut Eko kejadian yang terjadi luput dari pengawasan pihak PTPN VI Rimdu. 

"Mestinya mereka (PTPN VI'red) menjadi contoh sebagai Perusahaan milik Negara dalam keselamatan kerja," ketus Eko.

Eko bilang pihaknya mendapat informasi oleh rekan Pekerja di sana (PTPN VI Unit Rimdu) yang ada di lapangan. Bahwa kata Eko telah terjadi kecelakaan kerja dengan dalam afdelinh area perkebunan milik PTPN VI Rimdu.

Sementara kata Eko, kejadian bermula saat pekerja yakni Wiwin pada saat bekerja memanen sawit, peralatan berupa egrek yang digunakan Wiwin tersebut terjatuh dan mengalami bengkok. Saat Wiwin memperbaiki egrek tersebut dengan cara meluruskannya, egrek tersebut patah.

"Kemudian pisau egrek tersebut patah lalu mengenai leher dan mengakibatkan hilangnya nyawa dari Saudara Wiwin.” Jelas Eko.

Selanjutnya, Eko menambahkan dirinya sangat menyayangkan kecelakaan kerja yang menyebabkan hilangnya nyawa ini dikarenakan pada saat kejadian tadi, alat panen egrek tersebut seharusnya tidak layak digunakan atau dapat dikatakan tidak sesuai standar SNI. "Padahal pihak dari PTPN selama ini gembar gembor ke publik jika egrek yang digunakan pada PTPN sudah sesuai standar SNI.” tutur Eko meyakini.

Eko juga menyampaikan kepada media ini bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pihak Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah II Bungo-Tebo (UPTD Wasnaker Wil. II) dan dirinya berharap agar Aparat Penegak Hukum (APH) juga bertindak.

“Saya sudah berkoordinasi dengan UPTD Wasnaker Wil. II dan katanya mereka besok hari Kamis (22/12/2022) akan turun ke PTPN VI Unit Rimdu untuk melakukan pemeriksaan khusus, kemudian saya juga berharap agar APH juga turut menyelidiki kejadian ini, mengingat dugaan kami adanya kelalaian dari Perusahaan melalui alat yang digunakan menyebabkan kecelakaan kerja.” Tutup Eko.

Redaksi

13 Desember, 2022

Asik Mandi, Dua Warga Teriti Tenggelam Terseret Arus Sungai Batanghari

 

Anggota polisi di bantu warga mencari keberadaan anak yang tenggelam di sungai Btanghri (f/Sobirin)

TEBO- Diduga tak bisa berenang dua orang anak laki-laki yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) hanyut di Sungai Batanghari, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 10.00 Wib, Selasa(13/12/22).

Kapolsek Sumay melalui Kanit Reskrim, Aiptu Iyon Maryono membenarkan tenggelamnya korban bocah bernama Riski laki-laki (8) dan Khadafi (8) keduanya warga Desa Teriti Kecamatan Sumay.  

"Benar ada dua anak laki-laki warga Teriti yang tengelam terbawa arus," kata Kanit Reskrim Iyon Maryono.

Lanjut Kanit dua orang anak tersebut diduga berawal saat sedang mandi di sungai Batanghari, salah satu korban bernama Rizki langsung terjun ke sungai Batanghari.

" Setelah terjun korban meminta tolong kepada temannya bernama Khadafi, saat ditolong, namun nahas keduanya terseret oleh derasnya arus sungai karena tidak bisa berenang,"jelasnya.

Iyon Maryono menambahkan, hingga saat ini pihaknya bersama warga setempat tengah melakukan pencarian terhadap kedua korban. 

Penulis : Sobirin
Editor : Ade Sukma

16 November, 2022

Tak Tahan Hidup Sendiri, Pria di Tebo Ulu Nekat Gantung Diri

 

Polisi lakukan Olah TKP, (f/ist)

TEBO- Fauzi (59) Pria paruh baya ditemukan dalam posisi gantung diri oleh Warga RT 022 Dusun Ulak Gedong, Desa Teluk Kuali, Kecamatan Tebo Ulu  Kabupaten Tebo, di kebun karet milik warga. 

Korban ditemukan oleh Yuli (Saksi) pada saat hendak motong karet miliknya terjadi pada Rabu (16/11/22) sekira pukul 8.00 WIB. 

"Tiba-tiba saya melihat di pinggir Sungai Batanghari sepertinya ada orang tergantung di pohon ," ujar Yuli.

Ketika saksi mendekat dan melihat memang benar ada orang tergantung, kemudian saksi langsung berlari mencari bantuan ke tempat TPU yang berjarak kurang lebih 150 meter dari lokasi.

Merasa panik, kemudian saksi berteriak ke arah warga yang sedang menggali kubur tidak jauh dari lokasi dan minta tolong dengan mengatakan bahwa ada orang tergantung di pinggir Sungai Batanghari dekat kebun miliknya. 

Sontak warga yang sedang melakukan penggalian makam langsung berangkat menuju lokasi kejadian gantung diri.

Yuniman yang merupakan adik kandung korban mendapat telpon dari keluarga mengatakan, bahwa korban telah meninggal dunia gantung diri di pinggir Sungai Batanghari di RT 022 Dusun Ulak Gedong.

"korban tinggal sendirian di rumahnya, karena telah lama bercerai dengan istrinya dan tidak ada berkomunikasi korban," kata Yuniman.

Setelah mendapat informasi dari warga kemudian sekitar pukul 10.00 WIB Personil Polsek Tebo Ulu bersama dengan pihak medis Puskesmas Pulau Temiang dibantu warga sekitar langsung mengevakusi korban dan olah TKP. 

Hal tersebut dibenarkan oleh IPDA Mirza Yoga Praja Kanit IDIK I Sat Reskrim Polres Tebo.

"Benar ada penemuan mayat gantung di Kecamatan Tebo Ulu," ungkapnya. 

Kata Mirza, berdasarkan keterangan awal dari para saksi, bahwa korban nekat bunuh diri dengan cara gantung diri dikarenakan selama ini korban tinggal sendirian sehingga merasa kesepian. 

"Namun untuk motif lebih pastinya masih didalami," ucapnya. 

Penulis : Sobirin
Editor : Ade Sukma

25 Oktober, 2022

Petaka, Balita 3 Tahun Tenggelam di Kolam Rivera Park Rimbo Bujang

 

Wahana air di Rivera Park Rimbo Bujang makan korban (f/kliktebo.net)

TEBO - Nahas menimpa bocah malang Muhammad Syamsul Bin Subhan usia 3 tahun, warga jalan 17 desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo. Balita malang tersebut tewas tenggelam di Kolam Wisata Rivera Park yang beralamat di jalan 12 desa Perintis, pada Selasa sore (25/10/2022) sekitar pukul 17.00 wib.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Rimbo Bujang IPTU Cindo Kottama saat dikonfirmasi media ini.

Cindo menyebut bahwa korban bukanlah pengunjung wisata Rivera Park dan korban tewas tenggelam saat sedang bermain Ikan di kolam dimana korban tenggelam tersebut.

"Korban ini anak dari salah satu Karyawan Rivera Park, korban tenggelam saat sedang bermain Ikan di Kolam, mungkin korban terpeleset sehingga tenggelam dan meninggal," ujar Cindo.

Sementara, Kades Perintis Sarmidi saat dikonfirmasi pun mengatakan hal yang sama. Orang tua korban memang bekerja di Rivera Park, orang tua korban berjualan didalam lokasi wisata Rivera Park.

"Korban sudah dibawa kerumah duka dan malam ini akan langsung dimakamkan, korban ini masih ponakan saya," ujar Kades ini.

Redaksi

Di Tebo Sebuah Minibus Hilang Kendali dan Hantam Tiang Listrik

Nahas sebuah minibus hitam rusak parah menghantam tiang listrik. di KM 7 Tebo, Selasa (25/10/2022) f/tangkapan layar

TEBO - Bertempat di jalan lintas Tebo Bungo Tepatnya di KM 7 Muara Tebo sebuah minibus hitam nyungsep masuk ke dalam jurang sedalam 2 meter. Informasi dirangkum, minibus hitam melaju dari arah Bungo - Jambi rusak parah menghantam tiang listrik,  setelah kehilangan kendali.

Kapolsek Tebo Tengah, AKP Dedi Tanto M, membenarkan telah terjadi laka tunggal, mengakibatkan satu unit kendaraan minibus rusak parah. " Benar telah terjadi laka tunggal, pada Selasa (25/10/2022) pukul 11.55 wib di KM 7 Lintas Muara Tebo Bungo," kata Kapolsek meyakini 

Minibus dengan nopol BH 1304 KI kini masih dalam penyelidikan. Pasalnya lanjut Kapolsek, kondisi sepanjang jalan  tidak terlihat adanya bekas rem. "Kemungkinan  pengendara hilang kendali, tidak bisa mengontrol laju kendaraan," ucapnya.

Kerasnya hantaman membuat hampir 70 persen kendaraan mengalami rusak parah. Akibatnya seluruh penumpang minibus langsung dilarikan ke RSUD Tebo guna mendapatkan perawatan. 

Pantauan media ini di TKP, kendaraan mengalami rusak parah masih berada di tepi jalan. Kondisi tiang listrik yang roboh mengakibatkan listrik disebagian wilayah Tebo padam. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan, guna mencari tahu penyebab terjadinya kecelakaan tunggal.

Penulis : Sobirin
Editor : Ade Sukma

23 Oktober, 2022

Banjir Menggenang Pemukiman Warga di Desa Kunangan Tebo Ilir, BPBD Himbau Waspada

 

Warga menggunakan perahu kayu sebagai transportasi (f/BPBD Tebo)

TEBO - Tingginya curah hujan di wilayah Jambi dan sekitarnya beberapa hari terakhir membuat sebagian sungai meluap. Hal ini menjadi perhatian serius bagi BPBD Tebo dalam mengantisipasi terjadinya banjir.

Antoni Faksi, Kabid Pengendalian Bencana BPBD Tebo meminta kepada seluruh warga yang berada disepanjang aliran sungai Batanghari untuk tetap waspada. Pasalnya lanjut dia dalam sepekan terakhir wilayah Jambi masih diguyur hujan. Kemungkinan juga kata dia ini terjadi di wilayah Jambi bagian barat.

" Kita minta warga selalu waspada, khususnya daerah-daerah di dataran rendah," kata Antoni kepada media ini.

Antoni bilang berdasarkan pantauan tim BPBD Tebo, beberapa wilayah Tebo, terlebih bagian Hilir sudah terdampak banjir. Daerah yang dimaksud adalah, Tebo Ilir dan sekitarnya 

"Sebagian sudah ada yang banjir di daerah Tebo Ilir, tepatnya di Desa Kunangan Dusun Pegambiran sekarang sudah banjir," ujarnya meyakini 

"Tapi saya sendiri belum menerima laporan dari pihak desa atau warga sekitar," timpalnya.

Sementara itu merespon kondisi cuaca yang mulai memasuki musim penghujan, Anisa Fauzia, Koordinator Data dan Informasi BMKG Jambi membenarkan, jika cuaca di wilayah Jambi khusunya Jambi wilayah barat sudah memasuki periode musim penghujan. Curah hujan antara sedang dan tinggi ini kata dia sudah berlangsung sepekan terakhir.

" Kemungkinan masih bakal berlangsung hingga sepekan ke depan," kata Nisa biasa dipanggil. 

Nisa juja bilang, jika bukan hanya di Tebo, tapi daerah Jambi wilayah barat seperti Merangin dan Kerinci juga sudah banjir. Hal ini kata dia bukan semata-mata disebabkan tingginya curah hujan melainkan ditambah lagi adanya gangguan atmosfer yang biasa disebut konvergensi atau pertemuan angin yang berada di wilayah provinsi Jambi.

" Pantauan satelit citra radar untuk wilayah Tebo untuk sepekan terakhir dan sepekan ke depan curah hujannya masih berkisar antara sedang dan lebat ditambah dengan angin," katanya.

Kendati demikian Nisa mengatakan kondisi cuaca tersebut masih normal saja dikarenakan memang sudah memasuki musim penghujan. Untuk itu lanjut dia, perlu yang harus diwaspadai adalah pemukiman warga yang berada di sepadan sungai. "Untuk sepekan kedepan waspada kepada warga saat musim penghujan dengan intensitas hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Waspada juga daerah bantaran sungai yang bisa menyebabkan banjir atau genangan. Luapan sungai bukan saja terjadi di Tebo bisa juga dari arah hulu sungai," pungkasnya.

Redaksi


19 Oktober, 2022

Pemuda Bungkal Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Kamarnya

 

Polisi olah TKP, korban RD atas (doc istimewa)

TEBO-RD (26) pemuda asal desa Bungkal Kec Tebo Tengah, ditemukan tewas tergantung dengan leher terikat seutas tali dalam kamarnya. Pemuda RD baru  ditemukan sekitar pukul 10.00 Wib Rabu (19/11/2022).

RD ditemukan oleh Eko Rian Saputra / keluarga korban bersama dua orang temannya Maulana dan Iwan dan Juga Merupakan saksi.

Kapolsek Tebo Tengah, AKP Dedi Tanto Manurung membenarkan, adanya penemuan mayat seorang warga Desa Bungkal ditemukan tergantung. " Benar anggota menerima laporan ada penuan mayat tergantung dalam kamarnya," kata Kapolsek.

Dedi juga menceritakan peristiwa kronologi di TKP menyebutkan, penemuan RD (26) Pada hari Selasa tanggal 18 Oktober pukul 21.31 Wib korban an. RD membuat status di Story aplikasi Whatsaap adapun isi dari status korban tersebut memperlihatkan korban RD mempersiapkan gelagat untuk gantung diri.

Kemudian Pada pukul 10.00 Wib saksi Eko Rian Syahputra curiga dengan status dari korban RD dan Saksi Eko Rian Syahputra bersama Maulana dan Iwan memanggil korban di dalam kamarnya, tetapi tidak ada jawaban dari korban sehingga Saksi Eko Rian Syahputra bersama Maulana dan Iwan mendobrak pintu kamar korban di karenakan pintu dalam keadaan terkunci 

Kemudian setelah di dobrak pintu kamar di temukan Korban RD dalam keadaan tergantung, sehingga saksi Maulana menurunkan Korban dan saksi Iwan memutuskan tali dan saksi Eko Rian Syahputra memberitahukan kepada keluarga korban. " Saksi di TKP yang mengetahui kejadian tersebut  langsung menurunkan korban," kata Kapolsek meyakini  

Mendapat laporan itu Polisi langsung ke lokasi dan melakukan olah TKP dan menemukan Barang - bukti saat korban melakukan bunuh diri ,Tali Nilon ukuran besar,  Panjang sekitar 2,5 meter, Kursi Plastik warnah hijau, Kayu lintang.

"Hingga saat ini korban sudah dibawa kerumah duka dan pihak keluarga menolak untuk di Autopsi," tutupnya.

Penulis : Sobirin
Editor : Ade Sukma

10 Oktober, 2022

Warga Dharmasraya Tenggelam di Sungai Batanghari, BPBD Tebo Bantu Pencarian

 

Ilustrasi

TEBO- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera barat (Sumbar) melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Tebo terkait adanya seorang warga Jorong Koto Tuo Nagari Siguntur Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya, diduga tenggelam Terbawa arus sungai Batanghari.

Kepala BPBD Kabupaten Tebo melalui Kabid kedaruratan dan logistik, Antoni Faksi menjelaskan, bahwa berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Provinsi tetangga yang diterima langsung melalui sambungan telpon meminta bantuan jika ada menemukan orang hanyut di sungai Batanghari untuk segera di bantu atau di informasikan kepada petugas setempat, Senin (10/10/2022).

" BPBD Kabupaten Tebo, lanjut Antoni menghimbau kepada masyarakat yang ada diperbatasan terutama di Tanjung Sepucuk Jambi Kecamatan VII Koto, apabila ada yang menemukan orang hanyut di bantaran sungai Batanghari untuk segera menginformasikannya.

" Antoni membeberkan, identitas orang hanyut di sungai Batanghari tersebut bernama M.Kel (55) Jorong Koto Tuo Nagari Siguntur Jorong Koto Tuo Nagari Siguntur Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya.

" Menurut info yang disampaikan BPBD Dharmasraya, peristiwa orang hanyut terjadi sekira pukul 16.30 Wib, saksi yang melihat, saat itu korban sedang mandi di sungai Batanghari, Jorong Koto Tuo Nagari Siguntur, tidak lama kemudian saat saksi melihat kearah korban, sudah tidak adalagi, "pungkas Kabid kedaruratan dan logistik Antoni Faksi.

Penulis : Sobirin
Editor : Ade Sukma

21 September, 2022

Rumah Warga Semabu Nyaris Hangus Dilalap Si Jago Merah

 

Satu unit rumah warga Semabu nyaris hangus dilalap api

TEBO- Satu unit rumah milik Ba'i warga Dusun II RT 03 Desa Semabu Seberang, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo nyaris hangus terbakar dilalap si jago merah. Insiden kebakaran itu terjadi pada Selasa (20/9/2022) sekira pukul 9.20 WIB pagi.

Melihat ada kebakaran itu warga sekitar dengan sigap langsung memadamkan api menggunakan semprot mesin air. Hingga api tersebut berhasil dipadamkan. 

Peristiwa itu dibenarkan oleh Kasi Pemadam Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tebo Bedi.

"Iyo benar satu unit rumah panggung papan di Desa Semabu Seberang terbakar," kata Kasi Pemadam Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tebo.

Dikatakan Bedi, untuk personel Damkar belum sempat datang ke lokasi api sudah dipadamkan oleh warga setempat.

"Lokasi nyo di seberang akses ke sano dak ado, untung warga sekitar sigap, melihat ado api warga langsung memadamkan api itu, api nyo belum terlalu besar nian" ujar Bedi.

Lanjut Bedi, jika api nya besar direncanakan pakai mesin apung menyemprot dari sungai batanghari.

"Api itu sudah dipadamkan warga," tambah Bedi 

Beruntung dalam insiden ini tidak ada korban jiwa pada peristiwa kebakaran itu, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan Juta Rupiah.

"pada peristiwa kebakaran itu korban mengalami kerugian Rp 30 juta, sedangkan untuk penyebab kebakaran  diduga dari aliran korsleting listrik,"ujar Bedi.

Penulis : Sobirin
Editor : Ade Sukma

30 Agustus, 2022

Turnamen Bola Tarkam di Teluk Rendah Tak Kantongi Izin Kepolisian

 

Kericuhan turnamen bola Tarkam di Teluk Rendah Pasar

TEBO-Turnamen sepak bola di Desa Teluk Rendah Pasar, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, yang berujung ricuh dan menyebabkan satu orang meninggal dunia ternyata tidak ada Izin dari Pihak kepolisian.

Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Tebo Ilir IPTU Winarno saat dikonfirmasi senin (29/8/2022) ia mengatakan bahwa untuk Izin dari pihak kepolisian tidak ada.

"Untuk Izin tidak ada ," ungkap kapolsek.

Kata Kapolsek Saat ini Kedua bela pihak sedang melakukan sidang Adat terkait terjadinya pengeroyokan saat turnamen bola kaki di Desa Teluk Rendah Pasar yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang luka-luka.

Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Rezka Anugras mengatakan terkait izin hal itu masih didalami dan selidiki.

"Saat ini masih proses peyelidikan," ujar Kasat Reskrim.

Sebelumya Satu orang supporter dari Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo dikabarkan mendapatkan luka serius di bagian kepala dan dilarikan ke Rumah Sakit RSUD STS Tebo pada Kamis (25/8/2022) dan meninggal dunia pada Jum'at (26/8/2022) lalu.

Peristiwa ini terjadi pada saat pertandingan Semifinal antara kesebelasan Desa Tuo Ilir (BKFC) melawan kesebelasan Desa Bulu Kasab (Porti FC) Kecamatan Maro Sebo Ulu Kabupaten Batanghari.

kericuhan bermula pada saat jam istrihat dan memasuki babak kedua ketika itu sempat adu mulut antara supporter Desa Tuo Ilir dan Desa Bulu Kasab.

Saat ini Polisi Telah Menetapkan 6 orang tersangka Kasus pengeroyokan supporter di Desa Teluk Rendah Pasar yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang luka-luka.

Penulis : Sobirin
Editor : Ade Sukma

29 Agustus, 2022

Bertambah 1 Tersangka, Video Pengeroyokan Suporter Bola jadi Petunjuk Polisi

 

Kapolres Tebo, AKBP Fitria Mega

TEBO - Setelah ditetapkannya 5 tersangka pada kasus kericuhan turnamen sepak bola di Desa Teluk Rendah Pasar, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, yang mengakibatkan satu suporter tewas dan satu lagi luka-luka, Polres Tebo kembali menetapkan 1 (satu) tersangka lagi. Ini setelah polisi mendalami bukti rekaman video dan keterangan saksi pasca kejadian, pihaknya terus melakukan penyelidikan. 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega saat dikonfirmasi Senin (29/8/2022) Fitria mengatakan, bahwa berdasarkan hasil Lidik dan Sidik yang terus dilakukan oleh Polres Tebo, maka kembali satu tersangka ditetapkan. Dengan ditetapkannya tersangka ini, tersangka saat ini berjumlah 6 (enam) orang.

"Berdasarkan hasil Lidik dan Sidik yang terus kita lakukan, kita tetapkan lagi satu tersangka inisial HS warga Teluk Rendah Pasar, jadi saat ini sudah ada 6 tersangka," ujar Kapolres.

Saat ini kata Kapolres, keenam tersangka sudah diamankan di Rutan Mako Polres Tebo. Selanjutnya keenam tersangka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Untuk kelima tersangka, kita jerat dengan pasal 170 KUHPidana Subsider pasal 351 KUHPidana, ” tegas Kapolres.

Ditanya apakah ada kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah, AKBP Fitria Mega menegaskan bahwa saat proses penyelidikan dan penyidikan terus berlangsung. Jumlah tersangka berkemungkinan akan bertambah.

Pihaknya juga tengah melakukan rekontruksi untuk mengetahui dengan jelas terkait kejadian tersebut. 

"Proses Lidik dan Sidik terus dilakukan, untuk tersangka kemungkinan akan bertambah, saat ini masih dilakukan rekon" Pungkasnya.

Sebelumnya Polres Tebo sudah menetapkan 5 tersangka. Lima orang tersangka yang ditetapkan yakni BS (45) dan MY (38) merupakan warga Teluk Rendah Pasar.

Kedua tersangka diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Korban Yamanto alias Ogah (42) yang merupakan Supporter Tim Desa Tuo Ilir hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Sedangkan tiga tersangka lagi yaitu FD (30)YA (31) dan IM (31) yang juga merupakan warga Desa Teluk Rendah Pasar. Ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pengeroyokan terhadap korban Ilhamudin (23) yang menyebab luka di bagian kepala.

"5 orang yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka, 2 orang dugaan penganiayaan terhadap Yamanto alias Ogah hingga meninggal dunia, kemudian 3 tersangka dugaan pengeroyokan terhadap Ilhamudin yang menyebabkan luka di bagian kepala,"pungkas 

Penulis : Sobirin
Editor : Ade Sukma

28 Agustus, 2022

Pasca Kericuhan Turnamen Bola, 5 Tersangka Berikut Kayu Diamankan Polisi

 

Polres Tebo Amankan lima tersangka warga Teluk Rendah Pasar pasca Kericuhan Turnamen Bola, Sabtu (27/8)

TEBO – Polres Tebo menggelar Konferensi Pers terkait perkembangan kasus pengeroyokan terhadap warga desa Tuo Ilir. Dimana pengeroyokan tersebut dilakukan warga di Desa Teluk Rendah Pasar pada saat berlangsungnya pertandingan Turnamen Bola Kaki, Sabtu (27//8/22).

Konferensi pers ini di pimpin langsung oleh Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega, M.PSi, Psi di dampingi Bupati Tebo H. Aspan ST, Wakapolres Tebo Kompol Yudha Lesmana, S.I.K dan Kasat Reskrim Polres Tebo Akp Rezka Anugras, S.I.K.

Didepan awak media, Kapolres Tebo mengatakan pihak Kepolisian telah menetapkan 5 tersangka pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nayawa warga Desa Tuo Ilir tersebut. Ia menyebutkan 5 tersangka diantaranya FD (30) Laki-laki, YA (31) Laki-laki, IM (31) Laki-laki, BS (45) Laki-laki dan MY (38), dimana kelima tersangka tersebut warga Desa Teluk Rendah Pasar Kecamatan Tebo Ilir.

“Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi oleh penyidik, kita menetapkan ke 5 tersangka bersama barang bukti pendukung,”jelas Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega, M.Psi, Psi.

Lebih lanjut, Fitri juga menyebutkan beberapa alat bukti yang digunakan tersangka dalam melakukan aksinya yakni 5 (lima) buah kayu, celana pendek milik korban, kaos Singlet Swallow dan Baju milik panitia. Selain itu, Dirinya juga menyebutkan kronologis kejadian tersebut terjadi pada Kamis (25/8).

Dimana selesai babak pertama pertandingan sepak bola antara Tim Buluh Kasab dengan Tim dari Desa Tuo ilir, terjadi bentrokan antara suporter dari kedua Tim. Pemicu bentrokan berawal dari saling ejek antar kedua supporter. Kemudian salah seorang suporter dari tim Desa Tuo Ilir ditahan oleh Panita, namun suporter yang lain tidak terima dan melakukan protes hingga berujung aksi lempar batu.

“Dari perselisihan tersebut, dua orang warga Desa Tuo Ilir menjadi korban. Diantaranya Ilhamudin (23) mengalami Luka-luka dan Yamato (42) meninggal Dunia,”beber Kapolres.

Diakhir, Fitri juga menuturkan saat ini ke 5 (lima) tersangka sudah diamankan di Rutan Mako Polres Tebo. Selanjutnya ke Lima tersangka di proses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Untuk ke 5 (Lima) tersangka kita jerat dengan pasal 170 KUHPidana Subsider pasal 351 KUHPidana,”pungkas Kapolres.

Redaksi 

26 Agustus, 2022

Korban Kericuhan Turnamen Bola di Desa Teluk Rendah Akhirnya Meninggal Dunia

 

Saat kericuhan terjadi, salah satu korban dilarikan ke RSUD dan akhirnya meninggal dunia

TEBO- Ogah (korban) kericuhan pada turnamen sepak bola di Desa Teluk Rendah Pasar dikabarkan meninggal dunia pagi ini. Jumat (26/8/2022). 

Sebelumnya Ogah sempat kritis dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Tebo hingga info yang diterima korban sudah meninggal dunia.

Hal itu dibenarkan oleh Solihin warga Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo.

"Iyo benar sudah meninggal dunia, di RSUD Tebo" kata Solihin.

Dirinya menyebut, bahwa Ogah (korban) sempat mengalami perawatan di RSUD Tebo dan kritis.

"Iyo malam tadi sempat kritis di RSUD Tebo, bahkan sayo jugo menghubungi perawat di RSUD Tebo, hasil ronsen kepala mengalami keretakan," ujarnya.

Dirinya mendorong pihak kepolisian untuk mengusut tuntas persoalan ini.

"Iyo kami minta kepada polisi untuk memeriksa para pelaku," ujarnya.

Diberitakan sebelumya open turnamen sepak bola di Desa Teluk Rendah Pasar, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo berujung ricuh. 

Satu orang supporter dari Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo dikabarkan mendapatkan luka serius di bagian kepala dan dilarikan ke Rumah Sakit Kamis (25/8/2022).

Peristiwa ini terjadi pada saat pertandingan Semifinal antara kesebelasan Desa Tuo Ilir (BKFC) melawan kesebelasan Desa Bulu Kasab (Porti FC) Kecamatan Maro Sebo Ulu Kabupaten Batanghari.

Dari informasi yang dihimpun kericuhan bermula pada saat jam istirahat dan memasuki babak kedua ketika itu sempat adu mulut antara supporter Desa Tuo Ilir dan Desa Bulu Kasab.

Hal itu disampaikan oleh salah satu saksi yang menyaksikan langsung pertandingan.

"Iyo sempat adu mulut supporter Desa Tuo Ilir dengan Bulu Kasab pada saat jam istirahat," kata Saksi yang tidak mau disebutkan namanya.

Dikatakannya korban yang luka di bagian kepala berniat hanya memisahkan keributan.

Namun pada saat itu juga, orang-orangpun pada berhamburan kelapangan hingga terjadilah keributan dan memukul Oga (korban) di bagian kepala hingga bercucuran darah.

saat kejadian ia tidak mengetahui betul alat yang digunakan untuk memukul korban hingga bercucuran darah.

yang sangat ia sayangkan sikap panitia pelaksana turnamen yang tidak bersifat netral yang seharunya panita mendinginkan suasana namun malah ikutan memancing keributan.

"Iyo kami nengok nian pas kejadian tu panitia jugo ikut-ikutan mukul, padahal panita seharusnya netral, bukan mala ikut-ikutan, yang punyo acara kan dio, ini dio malah ikut-ikutan mancing keributan," kesalnya.

Sekretaris Desa Teluk Rendah Pasar Holidi saat dikonfirmasikan membenarkan ada keributan pada saat turnamen sepak bola tadi sore.

"Benar tadi terjadi keributan saat pertandingan Kesebelasan Desa tuo ilir melawan Kesebelasan Bulu Kasab," terang Holidi.

Penulis : Sobirin
Editor : Ade Sukma

Edukasi

Politik

Teknologi